Mataram (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin di Mataram, Kamis, mengatakan langkah itu diambil guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama pada waktu menjelang berbuka puasa.
"Untuk itu, kami sudah menggelar rapat koordinasi bersama Polresta Mataram, Satpol Pamong Praja, TNI, serta pengamat transportasi," katanya.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memetakan wilayah-wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami peningkatan kepadatan arus kendaraan selama Ramadhan.
Beberapa titik sudah diidentifikasi mengalami kepadatan lalu lintas, baik menjelang berbuka maupun selepas salat tarawih, antara lain kawasan ACC Ampenan, karena daerah ini dikenal sebagai pusat kuliner dan keramaian masyarakat. Kemudian Jalan Airlangga, Jalan Udayana, Jalan Majapahit, dan Jalan Dakota, menjadi titik strategis yang kerap menjadi pusat aktivitas warga.
Baca juga: Dishub konsep penanganan macet secara komprehensif di Mataram
Selain itu, pusat perbelanjaan juga menjadi fokus pengamanan seperti di area sekitar Lombok Epicentrum Mall (LEM) dan Mataram Mall, mengingat potensi penumpukan kendaraan pengunjung dan ojek online.
Zulkarwin mengatakan, untuk mengoptimalkan pengawasan, Dishub Kota Mataram menerapkan pola pengamanan serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, namun dengan pengawasan yang lebih intensif.
Selain pengaturan lalu lintas oleh personel Dishub, pihak Kepolisian juga akan mendirikan pos terpadu menjelang Idul Fitri dan melakukan patroli rutin selama Ramadhan.
"Kami menyiapkan pola pengamanan normatif seperti tahun sebelumnya, namun koordinasi dengan kawan-kawan Polri dan TNI akan diperkuat," katanya.
Baca juga: Cegah macet, Dishub Mataram aktifkan lampu lalu lintas di Tanah Haji
Apalagi, penjual takjil dan kegiatan ngabuburit warga memang memicu penumpukan aktivitas, sehingga harus diantisipasi juga.
Meski memprediksi adanya peningkatan volume kendaraan, Pemerintah Kota Mataram menyambut positif hal tersebut sebagai indikator menggeliatnya ekonomi masyarakat.
"Harapannya, peningkatan aktivitas ekonomi dapat berjalan selaras dengan ketertiban lalu lintas sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang ekstrem," katanya.
Baca juga: Irwan, sang 'polisi cepek' tunawicara pahlawan jalan macet
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026