Lombok Tengah (ANTARA) - Manajemen Bandara Internasional Lombok di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau warga menggunakan troli barang di area bandara sesuai dengan peruntukan atau tidak digunakan untuk permainan.
"Kami mengimbau kepada seluruh penumpang pesawat, pengguna jasa bandara, pengantar dan penjemput untuk menggunakan fasilitas bandara sesuai dengan peruntukannya serta bersama-sama menjaga sarana dan prasarana demi kenyamanan dan keselamatan bersama," kata Plt Branch Communication dan CSR Department Head Bandara Lombok Hidya Putri Ramadhina di Lombok Tengah, Jumat.
Hal tersebut disampaikan menanggapi video yang beredar di media sosial terkait penataan troli di Bandara Internasional Lombok yang dijadikan mainan oleh oknum pengunjung bandara.
Baca juga: Virus Nipah mengintai, Bandara Lombok intensifkan cek suhu penumpang
Ia mengatakan individu yang terlihat di rekaman maupun pihak perekam, bukan merupakan petugas bandara. Mereka merupakan pengguna jasa yang berada di area sekitar bandara dan berinisiatif merapikan kembali troli yang sebelumnya digunakan tidak sesuai peruntukan.
Pihaknya menyiagakan petugas troli yang bertugas mengumpulkan, merapikan dan memastikan ketersediaan troli bagi pengguna jasa bandara.
"Pada saat kejadian, petugas sedang bertugas mengumpulkan troli di beberapa area bandara," katanya.
Baca juga: Gubernur NTB minta Bandara Lombok bikin wisatawan betah
Ia mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di Bandara Lombok serta menggunakan fasilitas bandara sesuai dengan ketentuan atau peruntukannya.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan di Bandara Lombok," katanya.
Sebelumnya, dalam video tersebut, troli di Bandara Lombok diduga dijadikan mainan kereta oleh oknum pengunjung dan video tersebut viral di media sosial.
Baca juga: Penumpang Bandara Lombok capai 2,49 juta selama 2025
Baca juga: Pergerakan penumpang Bandara Lombok mencapai 7.278 tahun baru 2026
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026