Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) HM Nursiah mengatakan kegiatan lomba tadarusan Alquran yang digelar di bulan Ramadhan 1447 hijriah merupakan upaya nyata pemerintah daerah membumikan Al Quran.

"Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga Lombok Tengah dapat terus menjadi daerah yang religius dan berakhlak mulia," kata HM Nursiah saat acara penutupan lomba tadarusan dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang dinilai mampu menumbuhkan semangat literasi Alquran di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan visi pembangunan Lombok Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak dan berbudaya.

“Lomba tadarus ini bukan hanya mencari juara, tetapi menjadi sarana memotivasi masyarakat untuk terus membaca dan memahami Al Quran," katanya.

"Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan kegiatan pembinaan Al Quran  dapat diperluas hingga ke sekolah-sekolah dan berbagai lembaga pendidikan, sehingga budaya membaca ayat suci tersebut semakin kuat di Lombok Tengah.

Baca juga: Efisiensi anggaran, Lomba tadarus pelajar di Mataram ditiadakan

Sementara itu Ketua Dewan Hakim sekaligus pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Lombok Tengah TGH Sabarudin Abdurrahman mengatakan lomba tadarus ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah bersama LPTQ dalam membumikan Alquran di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini lomba diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Lombok Tengah, dengan masing-masing tim terdiri dari lima orang.

"Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai Al Quran ," katanya.

Menurutnya, lomba tadarus tidak sekadar kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kualitas bacaan Al Quran  masyarakat. Dewan hakim pun menilai peserta secara profesional berdasarkan sejumlah aspek penilaian yang telah ditetapkan, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar objektif.

“Penilaian dilakukan oleh dewan hakim yang kompeten pada bidangnya. Setiap bidang dinilai oleh beberapa hakim untuk memastikan hasil yang adil dan profesional,” katanya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari syiar Ramadhan ini telah berlangsung sejak malam ke-3 Ramadhan hingga malam ke-14 Ramadhan atau 20 Februari sampai 3 Maret 2026

Baca juga: Semarakkan Ramadhan, 31 SMP di Mataram ikuti lomba tadarus antarpelajar
Baca juga: 31 SMP Mataram ikuti lomba tadarus pelajar di bulan Ramadhan

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026