Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Dompu Bambang Firdaus tersebut, berlangsung di Ruang Rapat Bupati Dompu, Selasa.

Bupati Bambang Firdaus mengatakan, Idul Fitri merupakan hari raya keagamaan yang sangat penting bagi umat Islam, sekaligus momentum kembali ke fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama 29 hingga 30 hari pada bulan Ramadhan.

"Idul Fitri menjadi momentum silaturahim untuk saling memaafkan, mempererat hubungan antarsesama, serta menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Rabu.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Idul Fitri pada kalender Masehi dapat berbeda setiap tahun karena penetapan awal bulan Syawal mengikuti kalender Hijriah yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.

Menurut dia, rapat koordinasi tersebut digelar untuk menyusun langkah-langkah persiapan sekaligus membahas berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan Idul Fitri, mulai dari distribusi bantuan sosial, keamanan dan ketertiban, pelayanan publik, hingga koordinasi lintas instansi.

"Melalui rapat ini diharapkan seluruh persiapan dapat disusun secara terpadu sehingga pelaksanaan Idul Fitri di Kabupaten Dompu berjalan lancar, tertib, dan masyarakat dapat merayakannya dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Baca juga: Bulog NTB pastikan stok pangan aman selama HBKN 2026

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Dompu itu, menekankan pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya, termasuk ketersediaan bahan pokok dan bumbu dapur yang menjadi bagian penting dalam penyediaan hidangan Lebaran.

"Hal-hal kecil seperti bumbu dapur sering kali terlupakan, padahal sangat penting bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Karena itu, kita harus melihat persoalan secara menyeluruh," katanya.

Ia juga meminta, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait meningkatkan koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan sosial tepat sasaran, pengamanan di pusat keramaian berjalan optimal, serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: Mahasiswa NTB dapat jatah mudik gratis, Bus disiapkan hingga Sumbawa

Selain itu, lanjut Bambang, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif di bidang kesehatan dengan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, serta melakukan koordinasi kegiatan keagamaan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah harus hadir secara aktif untuk memastikan masyarakat merasakan kenyamanan dan keamanan selama perayaan Idul Fitri.

"Pemerintah harus memberikan kepastian ketersediaan kebutuhan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pelayanan publik, maupun keamanan," katanya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dompu, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Dompu, staf ahli bupati, para asisten Sekretariat Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Dompu, para camat, serta perwakilan MUI, Baznas, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Dompu.

Baca juga: Menjaga nyawa di jalan pulang
 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026