Mataram, 2/10 (ANTARA) - Keberadaan Lembaga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) yang diluncurkan Desember 2008 mendorong Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPPTKIS) membuka cabang di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, M Agus Patria di Mataram, Jumat mengatakan, sebelum adanya LTSP jumlah kantor cabang PPPTKIS di daerah ini tercatat 270 perusahaan.
Namun, selama delapan bulan (Januari-Agustus) 2009 bertambah menjadi 392 cabang perusahaan.
"Keberadaan LTSP di NTB telah terbukti menarik minat para pengusaha penempatan TKI untuk membuka cabang di daerah ini," katanya.
Karena, lanjut dia, mereka menilai kualitas pelayanan dalam pengurusan dokumen yang diperlukan untuk bekerja di luar negeri lebih mudah, murah, cepat dan aman dibandingkan dengan sebelumnya.
Ia mengatakan, perusahaan PPPTKIS tidak perlu mendatangi beberapa kantor untuk mengurus administrasi yang diperlukan, karena beberapa instansi ada dalam satu atap atau satu kantor, sehingga tidak membutuhkan waktu lama dan biaya banyak.
Agus mengakui hingga kini masih ada kekurangan dalam pelayanan LTSP, namun dalam usia kurang dari satu tahun sudah cukup banyak memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen keimigrasian.
"Kami akan terus berupaya menyempurnakan pelayanan di LTSP agar nantinya lembaga ini benar-benar bisa memberikan pelayanan lebih mudah, murah, cepat dan aman, sehingga para calon TKI bisa lebih cepat bekerja di luar negeri," ujarnya.
Menurut data dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, selama delapan bulan terakhir (Januari-Agustus) 2009 jumlah TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 36.470 orang.
TKI asal NTB terbanyak bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia Barat (24.697 orang), selanjutnya di Arab Saudi (11.202), Oman (206), Uni Emirat Arab (137), dan di sejumlah negara lain.
Remittance (kiriman uang) dari TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri selama delapan bulan terakhir (Januari-Agustus) 2009 mencapai Rp431,18 miliar.
Kiriman uang yang hampir mencapai setengan triliun rupiah itu dikirim melalui Bank Mandiri, BCA, dan BNI.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026