Dompu (ANTARA) - Perum Bulog wilayah Nusa Tenggara Barat menargetkan penyerapan jagung petani di Kabupaten Dompu mencapai 19.600 ton dengan harga Rp6.400 per kilogram guna menjaga stabilitas harga dan memberikan kepastian pasar bagi petani.

Kebijakan tersebut disampaikan, dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Bupati Dompu Bambang Firdaus di Ruang Rapat Bupati Dompu, Senin (6/4), yang turut dihadiri Pinwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar, Pimpinan Cabang Bulog Divre Bima Alfan, unsur TNI-Polri, serta pejabat teknis daerah dan mitra usaha.

Pimpinan Cabang Bulog Bima Alfan menjelaskan, jagung yang diserap merupakan jagung kering dengan kadar air maksimal 14 persen, aflatoksin maksimal 50 ppb, serta menggunakan kemasan baru seberat 70 kilogram.

"Jagung yang memenuhi standar ini bisa langsung masuk penyimpanan tanpa perlu proses lanjutan, sehingga mempercepat penyerapan di lapangan," ujarnya, Selasa.

Ia menambahkan, fasilitas Silo CDC Bulog di Kampasimeci, Kecamatan Manggelewa, telah disiapkan untuk mendukung proses penyerapan jagung petani.

Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat keterbatasan pada kapasitas pengeringan dan daya tampung di fasilitas tersebut.

"Kapasitas pengeringan dan penampungan di Silo CDC masih terbatas, sehingga perlu pengaturan distribusi agar penyerapan tetap optimal,” katanya.

Baca juga: Bulog prepares mitigation strategy ahead of El Nio drought risk

Selain itu, Bulog juga akan melakukan pergeseran stok jagung hasil panen tahun 2025 yang masih tersimpan di gudang guna membuka ruang penyerapan baru pada musim panen tahun ini.

Sementara itu, Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memastikan hasil panen petani terserap maksimal agar tidak menimbulkan kerugian di tingkat produsen.

"Penyerapan jagung harus berjalan optimal agar petani tidak mengalami kesulitan menjual hasil panennya," ujarnya.

Baca juga: Dirut Bulog menyebut pembangunan 100 gudang baru perkuat pangan nasional

Pemerintah Kabupaten Dompu juga terus memperkuat koordinasi dengan Bulog dan mitra usaha untuk memastikan kelancaran distribusi dan penyerapan hasil panen di tengah meningkatnya produksi jagung.

Dengan adanya kepastian harga dan skema penyerapan tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani jagung di daerah itu.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026