New York (ANTARA) - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menegaskan bahwa kebutuhan penduduk di Jalur Gaza jauh lebih besar dari apa yang dapat disediakan organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan, mengingat pembatasan ketat dan rintangan lainnya.
Dalam pernyataan yang diunggah di situs web resmi OCHA pada Selasa, kantor tersebut melaporkan bahwa Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan para mitranya berhasil mengembalikan akses ke air bersih di Gaza selatan.
Baca juga: Israel perintahkan hancurkan rumah warga
Pemulihan itu dilakukan menyusul serangan udara Israel pada 25 Maret yang mengurangi produksi di pabrik desalinasi air laut di Gaza selatan hingga kurang dari 20 persen dari kapasitas biasanya.
Disebutkan bahwa setengah juta orang di Deir al-Balah dan daerah al-Mawasi di Kota Khan Younis tidak sepenuhnya dapat mengakses air minum akibat kondisi tersebut, meski telah ada upaya untuk mengirim air bersih dengan menggunakan truk yang didukung PBB.
Baca juga: Personel Indonesia di ISF siap diterjunkan ke Gaza pada Mei 2026
Kantor PBB itu menekankan perlunya memfasilitasi misi dari mitra kemanusiaan dan mengizinkan berbagai barang penting masuk ke Jalur Gaza melalui penyeberangan yang tersedia.
Sumber: WAFA
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026