Partai yang pro-tentara di Thailand sepakat pertahankan kepemimpinan Junta

id Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha

KTT APEC Baris depan (ki-ka): Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Chili Sebastian Pinera, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Presiden Indonesia Joko Widodo, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam; baris belakang (ki-ka): Wakil Sekretaris Perdagangan Luar Negeri Meksiko Carlos Baker Pineda, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Menteri Luar Negeri Peru Nestor Popolizio, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dan delegasi Taiwan untuk APEC Morris Chang, berfoto bersama menjelang sesi retret KTT APEC di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu (18/11/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/David Gray/cfo/hp. (REUTERS/DAVID GRAY) (REUTERS/DAVID GRAY/)

Mataram (ANTARA) - Satu partai yang pro-tentara di Thailand akan membuat kesepakatan pada Senin untuk memperoleh cukup kursi di parlemen guna mempertahankan pemimpin junta militer saat ini sebagai perdana menteri yang terpilih, kata seorang anggota parlemen dan anggota pengurus partai itu kepada Reuters.

Palang Pracharat menjadi salah satu peserta pemilihan umum pada 24 Maret dan berkampanye untuk mendukung pemilihan Jenderal (Purn) Prayuth Ocha-ocha sebagai perdana menteri, lima tahun setelah ia merebut kekuasaan sebagai kepala staf angkatan darat tahun 2014.

Puttipong Punnakanta, salah seorang pengurus partai itu dan anggota parlemen, mengatakan kepada Reuters bahwa partai tersebut, yang meraih kursi terbesar kedua dalam pemilihan - akan secara resmi mengundang dua partai lain yang perolehan suaranya di bawah Palang Pracharat untuk ikut dalam pemerintahan koalisi.

"Kami akan mengajak dua partai itu besok. Sudah tentu kami akan membentuk pemerintahan koalisi dengan sedikitnya 251 kursi dan lebih," kata dia.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar