Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan program pelatihan kerja bagi para pencari kerja guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem di kota itu.
Kepala Disnaker Kota Mataram Putra Ekantara di Mataram, Selasa, mengatakan Disnaker tahun ini telah menyiapkan tiga jenis pelatihan kerja yang dapat diikuti para pencari kerja di Kota Mataram.
"Tiga jenis pelatihan kerja itu meliputi pelatihan tata boga, servis AC, dan servis HP (handphone)," katanya.
Data Pemerintah (Pemkot) Kota Mataram mencatat pada tahun 2024 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kota itu mencapai 11.400 jiwa atau 4,85 persen, kemudian turun di angka 11.000 jiwa atau 4,80 persen pada tahun 2025, dan tahun 2027 ditargetkan turun menjadi 10.400 jiwa lebih.
Ketiga jenis pelatihan kerja tersebut dipilih, lanjutnya, karena sesuai dengan kebutuhan pasar dan peluang kerja yang tinggi dan berkelanjutan. Targetnya, setelah mengikuti pelatihan peserta bisa langsung terserap di dunia kerja atau membuka lapangan usaha sendiri.
Kegiatan pelatihan kerja di jadwalkan dimulai pada Mei 2026, dengan target 96 peserta atau masing-masing jenis pelatihan ditargetkan 32 orang.
"Untuk ketiga jenis pelatihan kerja bisa ikuti laki-laki maupun perempuan, yang pastinya dia warga Kota Mataram dan pengangguran terutama lulusan SMA dan SMK," katanya.
Untuk saat ini kegiatan pelatihan kerja tersebut dalam tahap rekrutmen peserta, melalui website yang sudah disiapkan Disnaker Kota Mataram atau aplikasi yang sudah disiapkan.
Baca juga: Disnaker Mataram menyiapkan program jaminan sosial bagi pekerja rentan
Kegiatan pelatihan itu bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Mataram, sehingga tahapan pelatihan dilakukan secara profesional hingga peserta mampu membuka usaha sendiri.
Untuk mendukung peserta membuka usaha sendiri dari bekal pelatihan yang diberikan, katanya, setelah pelatihan para peserta juga akan mendapatkan berbagai jenis peralatan sesuai dengan jenis pelatihan yang diikuti.
"Bantuan peralatan yang diterima, diharapkan bisa menjadi modal awal untuk membuka usaha sendiri," katanya.
Baca juga: Posko pengaduan THR 2026 di Mataram dibuka hingga 27 Maret
Berdasarkan data hasil evaluasi tahun 2025, lanjut dia, program pelatihan kerja dinilai cukup efektif menekan angka pengangguran dan mengurangi kemiskinan ekstrem.
Pada tahun 2025 sekitar 56 persen alumni pelatihan dilaporkan telah berhasil membuka usaha sendiri dan terserap di dunia kerja. Sementara sisanya masih mengalami kendala, seperti keterbatasan lahan usaha, modal usaha, kepercayaan diri, dan alasan lainnya.
"Tapi kami berkomitmen untuk terus membina sisa persentase alumni pelatihan, agar mereka memiliki semangat dan motivasi untuk membuka usaha sendiri," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026