Lombok Timur (ANTARA) - Kodim 1615/Lombok Timur berhasil merampungkan seluruh sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 tahun anggaran 2026 di Kecamatan Suralaga, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Seluruh sasaran fisik dalam program tersebut rampung 100 persen," kata Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch Sjasul Arief saat menutup TMMD di Lombok Timur, Kamis.
Ia berharap hasil pembangunan TMMD dapat dipelihara dengan baik, agar manfaatnya dirasakan jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan jalan dalam TMMD sangat membantu warga, terutama memperlancar distribusi hasil pertanian.
“Semua jalan sudah dibuka. Kemarin saya tinjau, luar biasa. Jalan lebih dari satu kilometer yang sebelumnya tidak layak, kini nilainya meningkat setelah ada akses,” ujarnya.
Danrem menyebut TMMD terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak desa di NTB mengusulkan program serupa, namun pelaksanaannya dilakukan bertahap dan bergilir di tujuh kabupaten dan dua kota.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan, meski nantinya tidak ada lagi alokasi TMMD dari TNI.
“Kalau dari Pangdam tidak lagi mengalokasikan program di sini, APBD tetap kami alokasikan supaya kemanunggalan TNI dan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi pola kerja TNI yang mendapat sambutan positif. Banyak desa meminta TMMD digelar di wilayah mereka.
"Pemda bersama TNI akan memverifikasi lokasi TMMD berikutnya sesuai kemampuan anggaran," katanya.
Baca juga: Program TMMD di Lombok Timur mendukung swasembada pangan
Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf Eky Anderson mengatakan program TNI Manunggal Masuk Desa ke-128 di Kecamatan Suralaga untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi fokus utama pemerintah pusat.
"Program TMMD ini dititikberatkan pada swasembada pangan dan pembangunan fisik infrastruktur umum lainnya," kata Eky.
Ia mengatakan selain pembangunan talut saluran irigasi sepanjang 1.130 meter lebih, kegiatan fisik lainnya meliputi pembangunan sumur bor, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rabat beton, serta MCK.
"Pembangunan jaringan irigasi bertujuan mendukung program pemerintah pusat dalam swasembada pangan," katanya.
Baca juga: Pembangunan program TMMD Lombok Tengah rampung
Ia juga menyebutkan, pembangunan rabat beton sepanjang 60 meter sebagai upaya mempermudah masyarakat mengangkut hasil pertanian, sehingga bisa mengurangi biaya produksi para petani.
"Awalnya jalan tani tidak bisa dilewati kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil panen. Tapi setelah dikerjakan nantinya dapat membantu petani mengangkut gabah," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026