Oleh Slamet Hadi Purnomo 
   Musim kemarau membuat dedaunan meranggas, rerumputan pun mengering. Meski begitu, angin kencang dan ombak menggulung tinggi, tetap saja menjadi atraksi menarik Pantai Lakey. 
   Kondisi alam yang kering telah disuguhkan sepanjang perjalanan 40 kilometer arah selatan dari pusat Kota Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebelum tiba di Kecamatan Hu'u, tempat Pantai Lakey berada.
 {jpg*2}
Perbukitan yang menghadang gempuran angin laut, tampak kerontang. Tanaman yang menutupi permukaan bukit-bukit, kering. Udara yang menerpa kulit pun terasa seperti menggigit.
  Dompu dan Bima merupakan daerah di bagian timur NTB. Daerah tersebut, berdasarkan perkiraan Badan Meteorogi Klimatologi dan  Geofisika (BMKG), merupakan daerah yang paling akhir masuk musim hujan dibandingkan daerah lain di NTB. 
   Memasuki Desa Daha yang berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Lakey, tiupan angin laut mulai terasa. Dari kejauhan indahnya panorama pantai mulai menyeruak.
  Tapi, hasrat untuk segera sampai di Pantai Lakey harus tertahan lebih dulu. Perjalanan agak tersendat karena kondisi jalan yang rusak parah. Ratusan meter jalan di sana sulit untuk dilalui kendaraan bermotor.
  Sesampai di Pantai Lakey, rasa penasaran akhirnya terbayar. Angin laut bertiup kencang. Sementara berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai, terlihat puluhan peselancar berusaha menaklukkan ombak yang bergulung-gulung.
  {jpg*3}
Peselancar tersebut ada yang hanya bermain dengan papan selancar, tapi ada pula yang bermain menggunakan  layang-layang (kite surfing). Mereka adalah wisatawan yang juga peselancar dari berbagai negara seperti Australia dan Amerika Serikat.
  Pantai Lakey konon merupakan salah satu lokasi berselancar terbaik dunia.
  Pantai Lakey mempunyai kehebatan karena  memiliki empat jenis ombak, yaitu Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe dan Periscope.  Bagian yang paling konsisten dan hebat dalam berselancar di Lakey yaitu Lakey Peak.
  Karena ombaknya yang stabil sepanjang tahun, maka Pantai Lakey secara reguler menjadi lokasi digelarnya kompetisi selancar tingkat dunia.

Lomba internasional
   Di Pantai Lakey pada 31 Oktober digelar kejuaraan "Lakey Peak Sultan Cup 2009". Sebanyak 50 peserta termasuk delapan peselancar luar negeri ikut berlaga.
  Ajang itu  merupakan masa pemanasan bagi para peselancar sebelum digelar kompetisi yang lebih besar.
  Kompetisi bertajuk "Kite Surfing Contest" tingkat internasional menurut rencana akan digelar di Pantai Lakey pada  Mei 2010 yang diikuti puluhan peselancar dari berbagai negara termasuk dari Indonesia.
 {jpg*4}
  Ketua Klub Peselancar Dompu M Ali menyatakan, pihaknya kini sedang berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mendukung kegiatan yang diharapkan juga membantu suksesnya Visit Lombok Sumbawa 2012.
  "Sejumlah peselancar dunia telah menyatakan keikutsertaannya," kata Ali yang sudah puluhan tahun menekuni olahraga selancar ini.
  Peselancar dari luar negeri  utamanya penggemar "kite surfing",  banyak berlatih di Pantai Lakey yang merupakan salah satu lokasi surfing terbaik di dunia.
  "Kite surfing" adalah olahraga selancar yang dilengkapi sejenis layang-layang dari parasut. Peselancar asing maupun domestik menyukai Pantai Lakey karena ombaknya besar dan anginya kencang.
  Kunjungan wisatawan ke Pantai Lakey mencapai puncaknya pada April-Mei. Pada bulan tersebut kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 300 orang per hari.
  "Pada musim ramai di bulan April-Mei, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Lakey  rata-rata 300 orang per hari," kata Ali yang sudah mencoba sejumlah tempat selancar itu.
  Terkait dengan rencana digelarnya "Kite Surfing Contest" tingkat internasional pada 2010, Pantai Lakey masih butuh penataan yang lebih baik.
  Infrastruktur  seperti jalan menuju pantai yang rusak parah, perlu diperbaiki, kebersihan lingkungan harus digalakkan dibarengi dengan penyediaan tempat sampah, pasokan air bersih yang tersendat perlu juga disolusikan.
{jpg*5}
  Pantai Lakey memiliki ombak yang indah, mungkin tak terbantahkan, sehingga disebut-sebut sebagai surganya para peselancar dalam dan luar negeri, itu juga realita. Namun, potensi besar itu belum didukung fasilitas memadai. (*)
 
<b>(FOTO: ANTARAMataram.com/Slamet Hadi Purnomo)</b>
 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026