Mataram, (Antara NTB) - Sebanyak 638 desa yang tersebar di 64 kecamatan di Pulau Sumbawa dan Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi sasaran pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Generasi Sehat dan Cerdas pada 2015.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Tajuddin Erfandi di Mataram, Kamis mengatakan seluruh desa yang menjadi sasaran itu merupakan desa yang pernah mendapat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMP)

"Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Generasi Sehat dan Cerdas merupakan lanjutan dari PNPMP. Program PNPMP sudah tidak ada lagi," katanya.

PNPM Mandiri Generasi Sehat dan Cerdas adalah program yang digulirkan oleh pemerintah dan ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta pendidikan anak.

Tajuddin mengatakan alokasi anggaran untuk masing-masing desa yang menjadi sasaran PNPM Generasi Sehat dan Cerdas tidak jauh berbeda dengan PNPMP.

"Anggaran tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu, sekitar 65 miliar untuk semua desa. Dana itu ditransfer langsung oleh pemerintah pusat ke kabupaten," ujarnya.

Menurut dia, dana yang bersumber dari APBN tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang kesehatan masyarakat perdesaan, seperti pembelian mobil ambulans, pembentukan pos pelayanan terpadu (posyandu) dan pembangunan pos kesehatan desa (poskesdes), serta pemberian makanan tambahan bagi anak bawah lima tahun.

Selain itu, pembangunan tempat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sarana penunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perdesaan, seperti sarana transportasi untuk anak-anak sekolah.

Anggaran itu juga diarahkan untuk pengentasan kemiskinan melalui berbagai program ekonomi kerakyatan.

"Berbagai program pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan dan pengentasan kemiskinan di masing-masing desa, disesuaikan dengan kebutuhan dan yang turun ke wilayah itu," kata Tajuddin.

Untuk mengetahui pelaksanaan PNPM Generasi Cerdas dan Sehat berjalan sesuai harapan, kata dia, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

"Kami akan lakukan monitoring dan evaluasi seperti yang kami lakukan juga pada PNPMP," ujarnya. (*)