Mataram (Antara NTB) - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah meluncurkan Gerakan Gemar Berkoperasi di Nusa Tenggara Barat yang merupakan provinsi dengan jumlah koperasi relatif banyak dan heterogen.

Kegiatan peluncuran Gerakan Gemar Berkoperasi (Gemarkop) yang dihadiri 105 koperasi dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Kamis, dihadiri Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Choirul Djamhari, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Hj Putu Selly Andayani.

"NTB adalah salah satu dari dua provinsi yang menjadi sampel Gemarkop, selain yang sudah diluncurkan di Palembang, Sumatera Selatan," kata Deputi Bidang Kelembagaan, Kemenkop dan UKM Choirul Djamhari.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, juga membahas tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh para pengurus koperasi dengan berbagai nara sumber kemudian dicari solusi bersama.

Pola dua arah dalam memecahkan persoalan koperasi dewasa ini merupakan bentuk perubahan pola pembinaan oleh pemerintah pusat dan daerah kepada para pelaku koperasi.

"Selama ini pola pembinaan cenderung hanya mengajarkan sesuatu, setelah selesai lalu pergi tanpa ada solusi yang bisa menyelesaikan masalah," ujarnya.

Kemenkop dan UKM, lanjut Choirul, juga mengajak para pengurus koperasi yang tergolong unggul di NTB, untuk saling membantu guna memperkuat daya saing sesuai dengan prinsip koperasi, yakni mengembangkan kerja sama.

Kegiatan Gemarkop juga menjadi ajang menggali aspirasi dari para pelaku koperasi di NTB, terkait dengan revisi Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

"NTB wakil yang refresentatif terkait perkoperasian, mudahan memberi kontribusi langsung terhadap permalasahan koperasi secara spesifik," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Hj Putu Selly Andayani, mengatakan antusias warga NTB berkoperasi cukup bagus. Hal itu semata-mata karena peran dari Kemenkop dan UKM yang berkoordinasi hingga ke tingkat paling bawah di daerah.

Ia juga sangat setuju dengan upaya Kemenkop dan UKM melalui Gemarkop yang menginginkan agar seluruh koperasi, terutama yang tergolong unggul untuk meningkatkan kualitas koperasi berbasis teknologi informasi (IT).

"Sekarang adalah saat yang tepat mempromosikan hasil UMKM melalui koperasi di media sosial. Kami sudah memulai dengan promosi komoditas mutiara di Kota Mataram melalui media internet, dilanjutkan kue tembrodok di Lombok Timur, nanti ada lagi promosi kerajinan cukli berbasis IT di Kota Mataram," ujarnya. (*)