7.946 siswa smp ikuti ujian nasional
Senin, 23 April 2018 14:35 WIB
Ilustrasi UNBK SMP
Mataram (Antaranews NTB)- Sebanyak 7.946 siswa SMP/sederajat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengikuti ujian nasional baik dengan berbasis komputer maupun kertas pensil.
"Alhamdulillah pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan ujian nasional kertas pensil (UNKP) hari ini berjalan lancar dan semua peserta hadir," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom di Mataram, Senin.
Sudenom yang ditemui di sela memantau kegiatan UNBK di SMPN 2 Mataram bersama anggota dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengatakan, jumlah peserta UNBK di Mataram sebanyak 3.438 siswa sedangkan UNKP sebanyak 4.508 siswa.
Pada hari pertama pelaksanakan ujian nasional dengan mata uji Bahasa Indonesia, semua peserta hadir, harapannya jumlah peserta tersebut bisa tetap dipertahankan agar tidak ada yang ikut ujian susulan.
"Ujian susulan untuk siswa yang tidak dapat mengikuti ujian nasional dijadwalkan pada 23-26 April 2018," katanya.
Dikatakan, rata-rata proses UNBK hari ini berjalan lancar meskipun sempat terjadi sedikit gangguan terhadap satu komputer siswa namun hal itu tidak sampai menjadi kendala bagi peserta.
"Gangguan yang terjadi hanya pada kesalahan token, dan itu sudah langsung diatasi proktor (petugas yang mengawasi/mengendalikan server)," katanya.
Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Mataram Lalu Swarno menambahkan, jumlah peserta di SMPN 2 Mataram yang ikut UNBK sebanyak 369 dengan menggunakan empat ruangan dalam tiga sesi.
"Perangkat UNBK yang kami gunakan 70 persennya merupakan pinjaman, dan hanya 30 persen yang merupakan fasilitas sekolah," katanya.
Terkait dengan itu, ia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan fasilitas setiap sekolah pelaksana UNBK, sehingga sekolah tidak lagi meminjam fasilitas siswa.
Menanggapi hal itu anggota BSNP Joko Luknanto yang dikonfirmasi pada tempat yang sama mengatakan, pada prinsipnya pemerintah berkomitmen mendukung pemerintah daerah mengadakan fasilitas UNBK.
"Tetapi, pemerintah juga memiliki kemampuan terbatas sehingga pengadaan dilakukan bertahap serta perlu dana sharing dari pemerintah daerah," katanya singkat.
Menyinggung tentang hasil pantauannya, Joko yang datang bersama 10 orang rekannya dan bertugas memantau pelaksanaan UNBK dan UNKP di 10 kabupaten/kota se-NTB, menilai proses pelaksanana ujian nasional di Mataram relatif lancar.
"Kalaupun tadi ada siswa yang tidak bisa menekan token soal, ini hanya sedikit gangguan dan terjadi hampir disetiap daerah dan sudah bisa langsung diatasi," katanya.(*)
"Alhamdulillah pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan ujian nasional kertas pensil (UNKP) hari ini berjalan lancar dan semua peserta hadir," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom di Mataram, Senin.
Sudenom yang ditemui di sela memantau kegiatan UNBK di SMPN 2 Mataram bersama anggota dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengatakan, jumlah peserta UNBK di Mataram sebanyak 3.438 siswa sedangkan UNKP sebanyak 4.508 siswa.
Pada hari pertama pelaksanakan ujian nasional dengan mata uji Bahasa Indonesia, semua peserta hadir, harapannya jumlah peserta tersebut bisa tetap dipertahankan agar tidak ada yang ikut ujian susulan.
"Ujian susulan untuk siswa yang tidak dapat mengikuti ujian nasional dijadwalkan pada 23-26 April 2018," katanya.
Dikatakan, rata-rata proses UNBK hari ini berjalan lancar meskipun sempat terjadi sedikit gangguan terhadap satu komputer siswa namun hal itu tidak sampai menjadi kendala bagi peserta.
"Gangguan yang terjadi hanya pada kesalahan token, dan itu sudah langsung diatasi proktor (petugas yang mengawasi/mengendalikan server)," katanya.
Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Mataram Lalu Swarno menambahkan, jumlah peserta di SMPN 2 Mataram yang ikut UNBK sebanyak 369 dengan menggunakan empat ruangan dalam tiga sesi.
"Perangkat UNBK yang kami gunakan 70 persennya merupakan pinjaman, dan hanya 30 persen yang merupakan fasilitas sekolah," katanya.
Terkait dengan itu, ia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan fasilitas setiap sekolah pelaksana UNBK, sehingga sekolah tidak lagi meminjam fasilitas siswa.
Menanggapi hal itu anggota BSNP Joko Luknanto yang dikonfirmasi pada tempat yang sama mengatakan, pada prinsipnya pemerintah berkomitmen mendukung pemerintah daerah mengadakan fasilitas UNBK.
"Tetapi, pemerintah juga memiliki kemampuan terbatas sehingga pengadaan dilakukan bertahap serta perlu dana sharing dari pemerintah daerah," katanya singkat.
Menyinggung tentang hasil pantauannya, Joko yang datang bersama 10 orang rekannya dan bertugas memantau pelaksanaan UNBK dan UNKP di 10 kabupaten/kota se-NTB, menilai proses pelaksanana ujian nasional di Mataram relatif lancar.
"Kalaupun tadi ada siswa yang tidak bisa menekan token soal, ini hanya sedikit gangguan dan terjadi hampir disetiap daerah dan sudah bisa langsung diatasi," katanya.(*)
Pewarta : Nirkomala
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Video viral, Siswi SMP di Lombok Timur kritik MBG dengan kalimat tak sopan
10 October 2025 11:21 WIB
Pelindo Lembar edukasi siswa SMP Lombok Barat tentang peran strategis pelabuhan
09 October 2025 5:54 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018