Haji - CJH NTB diminta tidak sering keluar siang
Rabu, 18 Juli 2018 20:31 WIB
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB, H Nasrudin. (Foto Antaranews/Iman).
Mataram (Antaranews NTB) - Calon Jemaah Haji (CJH) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk memperbanyak minum air dan tidak sering keluar pada siang hari menyusul cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.
"Kita harap jemaah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, mengingat dari informasi yang kita dapatkan cuaca di Arab Saudi mencapai 53 derajat celsius," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB, H Nasrudin di Mataram, Rabu.
Untuk mengantisipasi teriknya matahari tersebut, pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh CJH asal NTB untuk memperbanyak minum air dan tidak sering keluar pada siang hari.
"Kalau sudah di Masjid tinggal dulu sampai menunggu redupnya Matahari baru keluar. Jangan terlalu memaksakan diri, itu cara mensiasati udara panas yang kini terjadi di Arab Saudi," ujarnya.
Karena, menurutnya dari 4.564 jemaah haji Embarkasi Lombok, 60 persen sudah berumur tua dengan usia rata-rata 60 tahun hingga 70 tahun. Sehingga, berisiko tinggi dan rentan dari penyakit.
"Secara nasional umur CJH kita sama seperti di seluruh Indonesia, 60 persen tua. Makanya saat berada di tanah suci, mereka harus mendapat perhatian ekstra dari petugas kita," jelas Nasrudin.
Sekda NTB, H Rosiady Sayuti juga telah mengingatkan agar CJH asal NTB ketika sudah berada di tanah suci Mekkah, untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti arahan yang diberikan petugas haji.
"Makanya bagi para CJH untuk selalu mengingat hal itu," katanya. (*).
"Kita harap jemaah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, mengingat dari informasi yang kita dapatkan cuaca di Arab Saudi mencapai 53 derajat celsius," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB, H Nasrudin di Mataram, Rabu.
Untuk mengantisipasi teriknya matahari tersebut, pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh CJH asal NTB untuk memperbanyak minum air dan tidak sering keluar pada siang hari.
"Kalau sudah di Masjid tinggal dulu sampai menunggu redupnya Matahari baru keluar. Jangan terlalu memaksakan diri, itu cara mensiasati udara panas yang kini terjadi di Arab Saudi," ujarnya.
Karena, menurutnya dari 4.564 jemaah haji Embarkasi Lombok, 60 persen sudah berumur tua dengan usia rata-rata 60 tahun hingga 70 tahun. Sehingga, berisiko tinggi dan rentan dari penyakit.
"Secara nasional umur CJH kita sama seperti di seluruh Indonesia, 60 persen tua. Makanya saat berada di tanah suci, mereka harus mendapat perhatian ekstra dari petugas kita," jelas Nasrudin.
Sekda NTB, H Rosiady Sayuti juga telah mengingatkan agar CJH asal NTB ketika sudah berada di tanah suci Mekkah, untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti arahan yang diberikan petugas haji.
"Makanya bagi para CJH untuk selalu mengingat hal itu," katanya. (*).
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Nur Imansyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kuota haji Lombok Timur naik jadi 1.390, Kloter pertama siap berangkat 2 April
04 February 2026 14:39 WIB
Ketum PBNW berpesan agar CJH NTB jaga kesehatan dan ikuti arahan pembimbing
27 May 2024 13:18 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018