Mataram (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat, mulai memanfaatkan limbah sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair sebagai bahan kebutuhan pertanian dan perkebunan yang berada dalam pengelolaan warga binaan.
Kepala Lapas Lombok Barat M. Fadli di Lombok Barat, Selasa, mengatakan pihaknya bersama warga binaan mengolah sampah organik ini dengan metode pembuatan biopori.
"Inovasi ini lahir dari kesadaran bersama melihat volume sampah di TPA (tempat pembuangan akhir) kian meningkat," katanya.
Pemanfaatan dari pengolahan sampah organik juga menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian dan perkebunan lapas.
"Jadi, inovasi ini menjawab tingginya produksi sampah organik harian, khususnya dari sisa konsumsi dapur warga binaan," ujarnya.
Baca juga: Tiga tersangka korupsi Puskesmas Batu Jangkih ditahan di Lapas Kuripan Lombok Barat
Pengolahan sampah organik ini dikerjakan warga binaan dengan pendampingan khusus dari pakar di bidang pertanian dan perkebunan.
"Warga binaan dilibatkan langsung, mulai dari pemilahan sampah hingga proses pengolahan, sehingga sampah tidak lagi menjadi limbah, melainkan bernilai guna," ucap dia.
Melalui metode biopori, jelas dia, wadah penampun berbentuk bulat yang terbuat dari beton semen ditanam dalam tanah menjulang vertikal sekitar 1 meter. Wadah ini dibuat pada beberapa titik dan diisi dengan sampah organik sisa dapur.
"Pada tahap awal, kami membangun sepuluh lubang biopori yang dirancang untuk mencukupi pengomposan selama satu bulan sesuai kebutuhan lahan tanam," ujarnya.
Fadli berharap inovasi ini memberikan dampak positif bagi warga binaan, khususnya dalam hal pembinaan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Baca juga: Dua tersangka korupsi lahan MXGP ditahan di Lapas Lombok Barat
Baca juga: Sedikitnya 12 warga binaan Lapas Lombok Barat terima remisi Natal 2025
Baca juga: Tersangka pembunuhan mahasiswi dititipkan di Lapas Lombok Barat
Baca juga: Lapas Lombok Barat panen 572 kilogram cabai merah hasil bertani warga binaan
Baca juga: Warga binaan Lapas Lombok Barat panen cabai merah seberat 1 ton