Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera membangun menara mercusuar di Pantai Ampenan, yang dilengkapi dengan berbagai peralatan peringatan dini potensi bencana di wilayah pesisir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Rabu, mengatakan, selain berfungsi sebagai panduan navigasi laut membantu kapal menentukan arah lokasi, menara mercusuar juga akan dilengkapi alat-alat pendeteksi dini bencana sebagai langkah mitigasi.

"Untuk lokasinya, paling tepat di sebelah Kampung Bugis sebelah Pertamina. Dulu memang ada, tapi sudah rusak karena itu akan dibangun lagi," katanya.

Hal tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, sebagai tanda peringatan dini mengenai kondisi berbahaya di laut sekaligus langkah mitigasi bencana bagi warga pesisir.

Baca juga: Cegah abrasi, Tanggul ban insang siap dipasang di Pantai Ampenan Mataram

Namun demikian, Lale belum dapat menyebutkan besaran kebutuhan anggaran pembangunan menara tersebut sebab untuk membangun menara mercusuar tidak hanya berbicara konstruksi bangunan melakukan berbagai perlengkapan mitigasi bencana lainnya.

Seperti kamera, pengeras suara, alat pemantau kecepatan angin, alat pemantau ketinggian gelombang dan lainnya.

Dengan perlengkapan peralatan mitigasi bencana tersebut, pembangunan menara mercusuar bisa memiliki banyak fungsi. Misalnya, ketika kekuatan angin melebihi dari standar yang ada maka sirine akan berbunyi. Begitu juga ketika terjadi gelombang tinggi.

"Dengan demikian, berbagai langkah mitigasi dan upaya lainnya dapat segera dilakukan warga di sekitar pesisir guna meminimalkan risiko bencana," katanya.

Baca juga: Destinasi Kota Tua dan Pantai Ampenan kian diminati wisatawan

Terkait dengan itu, rencana pembangunan menara tersebut masih perlu dilakukan kajian dan mempelajari spesifikasi yang dibutuhkan terkait dengan peralatan mitigasi bencana, agar menara bisa berfungsi maksimal.

Untuk waktu pelaksanaan, pihaknya akan menunggu instruksi dari kepala daerah. Jika harus segera dibangun, maka harus dilakukan pergeseran anggaran yang sesuai dengan regulasi yang ada.

"Jika tidak, kebutuhan anggaran pembangunan menara akan diajukan melalui APBD perubahan 2026," katanya.

Jika menara tersebut jadi, tambah Lale, pihaknya akan menyiagakan petugas bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan pemantauan.  

Baca juga: Penduduk Ampenan Mataram tingkatkan kewaspadaan hadapi banjir rob