
PUPR Mataram tuntaskan seluruh proyek 2025 tepat waktu

Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengklaim seluruh proyek fisik yang dikerjakan tahun 2025 tuntas tepat waktu dan tanpa catatan.
"Dari hasil evaluasi pekerjaan 2025, Alhamdulillah, semua proyek fisik selesai tepat waktu tanpa catatan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan beberapa proyek fisik yang dikerjakan oleh Dinas PUPR tahun 2025, antara lain mega proyek tahap pertama pembangunan Kantor Wali Kota Mataram atau "Bale Mentaram" di Jalan Gajah Mada Lingkar Selatan dengan anggaran Rp58 miliar.
Kemudian, enam proyek peningkatan jalan yang bersumber dari APBD Kota Mataram dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar lebih.
Baca juga: PUPR Mataram selektif garap proyek prioritas 2026
Selain itu, proyek perbaikan tiga jembatan yang rusak karena banjir pada 6 Juli 2026, dengan total anggaran Rp5,7 miliar.
Dengan rincian, perbaikan jembatan di perumahan Mahkota Bertais dengan nilai proyek Rp2,7 miliar, perbaikan jembatan Pandan Salas Rp300 juta, perbaikan jembatan Karang Kemong Rp2,3 miliar, dan pengerjaan hotmix Jalan Beo Rp400 juta.
"Selama proyek dilaksanakan, kami tidak ada catatan karena sejak awal PUPR sudah melakukan persiapan," katanya.
Baca juga: DPRD Mataram tingkatkan pengawasan proyek fisik
Begitu juga untuk perbaikan sejumlah sarana yang rusak karena banjir sudah tertangani semua. Termasuk untuk pengerjaan beberapa talud dan beronjong yang rusak akibat banjir.
Seperti talud dari Perumahan Riverside, sudah dikerjakan dibantu Balai Wilayah Sungai (BWS) termasuk Karang Kemong dan seterusnya.
"PR (pekerjaan rumah) kami masih banyak, tapi yang kerusakan akibat banjir kemarin di luar Karang Kemong sudah kami tuntaskan," katanya.
Lale mengatakan seluruh proyek dikerjakan tepat waktu menjadi bukti pengerjaan sudah sesuai perencanaan sejak awal dan berbagai potensi kendala dan hambatan sudah diantisipasi sejak awal.
"Strategi tersebut memudahkan pelaksanaan pekerjaan. Penanganan kerusakan akibat banjir kami percepat sesuai instruksi dengan pengalihan anggaran yang semula untuk Jembatan Gontoran menjadi perbaikan dua jembatan yang rusak karena banjir," katanya.
Baca juga: Pengawasan proyek fisik di Mataram ditingkatkan
Baca juga: Pemkot Mataram optimis proyek fisik tuntas sesuai kontrak
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
