Mataram (ANTARA) - PT Bank NTB Syariah menegaskan langkah strategis untuk kembali ke khittah atau landasan perjuangan awal sebagai penggerak utama ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kredit usaha rakyat (KUR) sepanjang tahun 2026.

Direksi Bank NTB Syariah menyatakan bahwa fokus tersebut menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan perseroan dalam memastikan peran bank daerah syariah benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin mengatakan, penguatan pembiayaan UMKM dan KUR merupakan mandat strategis yang selaras dengan fungsi bank sebagai agen pembangunan daerah, bukan semata mengejar pertumbuhan bisnis.

"Kami ingin memastikan bahwa energi bank dialokasikan secara maksimal ke sektor-sektor produktif. Fokus pada UMKM bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi merupakan mandat untuk menyejahterakan masyarakat NTB secara inklusif," katanya, di Mataram, Senin.

Baca juga: Bank NTB Syariah memperluas layanan digital ke tiga pasar di Mataram

Ia menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah menargetkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran KUR pada 2026 guna mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi serta mempercepat pertumbuhan sektor riil, khususnya di bidang perdagangan, pertanian, perikanan, dan industri kreatif.

Selain ekspansi pembiayaan, perseroan juga memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) yang berasal dari tabungan dan giro masyarakat.

Menurut Nazaruddin, penguatan CASA menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi biaya dana sehingga bank memiliki ruang yang lebih luas dalam menawarkan margin pembiayaan yang kompetitif kepada nasabah UMKM.

"Dengan struktur pendanaan yang lebih sehat, kami bisa memberikan pembiayaan yang lebih terjangkau dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil," ujarnya.

Baca juga: Bank NTB Syariah hadiahkan nursery farm untuk Milad ke-67 Sumbawa

Bank NTB Syariah juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses layanan keuangan syariah, terutama bagi UMKM di wilayah pedesaan dan pelosok NTB. Digitalisasi tersebut dipadukan dengan pendekatan pelayanan yang humanis agar tetap sesuai dengan karakteristik masyarakat lokal.

Perseroan menegaskan komitmennya untuk menjaga arah bisnis yang sehat, transparan, dan berkelanjutan melalui tata kelola yang baik serta manajemen risiko yang terukur.

Dengan kembali ke khittah sebagai bank pembangunan daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi Nusa Tenggara Barat sekaligus mitra strategis bagi UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi sepanjang 2026.

Baca juga: Bank NTB Syariah perkuat program Sumbawa Hijau lewat bantuan kebun bibit
Baca juga: Gerbang NTB Emas jajaki bisnis material konstruksi