Mataram, NTB (ANTARA) - Sejumlah berita menarik di Nusa Tenggara Barat pada Selasa (24/2) yang perlu di baca publik.
Berikut rangkuman berita Antara NTB yaitu:
1. Pemprov NTB: Dari sorotan anggaran menuju transformasi tata kelola transportasi publik
Mataram (ANTARA) - Program kendaraan listrik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kini resmi memasuki fase eksekusi. Puluhan unit mobil listrik mulai berdatangan secara bertahap ke Mataram. Dari total 72 unit yang direncanakan, 34 unit telah tiba lebih dulu dan sedang menjalani proses pengecekan spesifikasi serta administrasi nomor polisi sebelum didistribusikan ke perangkat daerah.
Kehadiran unit-unit ini menandai bahwa kebijakan mobil listrik bukan lagi sekedar wacana, tetapi sudah berjalan di lapangan.
Baca beritanya di sini
2. Waspada! Gelombang 6 meter ancam perairan NTB
Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi ancaman gelombang laut sangat tinggi yang dapat mencapai enam meter di perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Andre Jersey mengatakan zona merah gelombang tinggi kisaran 4 hingga 6 meter tersebut berada di Samudra Hindia sebelah selatan NTB.
Baca beritanya di sini
3. Tambang rakyat NTB dipercepat untuk selamatkan fiskal daerah
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat proses perizinan tambang rakyat sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan kondisi fiskal daerah yang tertekan akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan NTB mengalami pemotongan dana TKD sebesar Rp1,2 triliun pada 2026.
Baca beritanya di sini
4. Banjir dan longsor kepung empat kecamatan di Lombok Tengah
Mataram (ANTARA) - Sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir dan tanah longsor dipicu cuaca ekstrem.
Berdasarkan data sementara Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sejumlah desa yang terdampak bencana tersebut, Desa Kuta, Desa Pengembur dan Desa Bangket Parak di Kecamatan Pujut. Desa Beleka di Kecamatan Janapria, Desa Ganti di Kecamatan Praya Timur, dan Desa Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat.
Baca beritanya di sini
5. Benturan regulasi hambat legalisasi tambang rakyat di NTB
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut perbedaan interpretasi regulasi yang terjadi antara urusan ESDM, lingkungan hidup, dan koperasi menjadi hambatan utama dalam percepatan legalisasi pertambangan rakyat.
Sekretaris Daerah NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan benturan regulasi itu berpotensi menimbulkan celah hukum apabila tidak dikawal secara ketat.
Baca beritanya di sini