Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengundang seluruh pemilik toko di kota itu untuk menyelaraskan komitmen agar semua pengelola toko memberikan pelayanan maksimal dalam melayani masyarakat memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang di Mataram, Rabu, mengatakan, pertemuan itu akan dilakukan dengan jajaran Polresta Mataram karena berkaitan erat dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"InsyaAllah, besok atau lusa, para pemilik toko akan kami undang untuk menyamakan persepsi dan komitmen layanan," katanya.

Menurut dia, pertemuan itu dinilai penting karena sebagai pusat perdagangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram akan ramai dikunjungi tidak hanya dari warga Mataram, melainkan dari luar kota pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Baca juga: Pemilik toko di Mataram diedukasi terkait rokok ilegal

Karena itu, Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat untuk memastikan kesiapan pusat perbelanjaan dan toko fesyen dalam menyiapkan pelayanan maksimal termasuk untuk areal parkir agar tidak memicu kemacetan arus lalu lintas, sebab kunjungan diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan menjelang Idul Fitri.

Dikatakan, beberapa instruksi tegas yang akan diberikan kepada para pelaku usaha guna menjaga ketertiban kota antara lain, pengelola diminta memastikan lokasi parkir tertata rapi agar tidak menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama.

Kemudian, jaminan keamanan pengunjung sebagai langkah antisipasi terhadap tindakan kriminal seperti pencopetan dan kehilangan barang harus ditingkatkan demi kenyamanan konsumen.

Selain itu, pemerintah kota mengimbau pedagang untuk tidak mengambil keuntungan sesaat dengan menaikkan harga secara tidak wajar (aji mumpung) demi keberlangsungan bisnis jangka panjang.

"Kami juga menyarankan adanya inovasi pelayanan dari para pemilik toko misalnya dengan membuat area swafoto sebagai strategi pemasaran kekinian guna memberikan kesan positif bagi pengunjung," katanya.

Baca juga: Toko penunggak retribusi di Mataram ditempeli stiker peringatan

Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram juga akan menempatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan akan melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.

"Bila perlu, pemilik toko melakukan penataan parkir internal karyawan agar tidak mengurangi kapasitas parkir bagi pengunjung," katanya.

Di sisi lain, katanya, terkait aspek ketertiban jalan, Dinas Sosial juga diperintahkan untuk melakukan pengawasan khusus terhadap keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial seperti anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang kerap meningkat di sekitar pusat perbelanjaan menjelang Lebaran.

"Kami ingin memastikan Kota Mataram menjadi tuan rumah yang baik. Pelayanan harus maksimal agar pengunjung merasa aman, nyaman, dan memiliki kesan positif untuk kembali berbelanja di Mataram," katanya.

Baca juga: Jam buka toko di Mataram sampai 20.00 Wita