Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan jumlah pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mataram mengalami peningkatan menjelang Lebaran 2026.

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin, di Mataram, Kamis, peningkatan pemotongan sapi di RPH sudah mulai terasa sejak Rabu (18/3).

"Kemarin jumlah sapi yang dipotong di dua RPH Kota Mataram sebanyak 72 ekor, biasanya 60 hingga 64 ekor. Untuk jumlah pemotongan hari ini (Kamis), kami masih menunggu data," katanya.

Namun dinas memprediksi, pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram yakni RPH Gubuk Mamben dan Majeluk mengalami peningkatan karena masuk H-1 Hari Raya Idul Fitri untuk jamaah Muhammadiyah yang sudah memastikan berlebaran Jumat (20/3).

Baca juga: Jelang Lebaran, 65 Satgas Dinsos Mataram siap tertibkan PMKS

Akan tetapi sebagai langkah antisipasi, lanjutnya, masyarakat yang masih menunggu kepastian penetapan 1 Syawal dari pemerintah juga ikut mempersiapkan berbagai kebutuhan pokok termasuk daging yang bisanya menjadi menu utama saat Lebaran.

"Untuk data hari ini, kami masih tunggu dari RPH. Tapi kami yakin jumlah yang dipotong hari ini di atas 80 ekor," katanya.

Menurut dia, peningkatan pemotongan sapi itu terjadi karena tingginya animo masyarakat membeli daging sapi segar untuk kebutuhan menyambut hari kemenangan.

Terkait penyediaan daging beku untuk menstabilkan harga saat Idul Fitri, Hapiludin mengatakan masyarakat di Kota Mataram masih cenderung membeli daging segar meskipun harganya sedikit lebih mahal.

Baca juga: Libur Lebaran, Dukcapil Mataram tetap buka layani warga

Selain itu, daging beku selama ini tidak boleh di jual di pasar tradisional sehingga pangsa pasar daging beku lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan katering (horeka).

Sedangkan untuk harga, menurut dia, disesuaikan dengan kelas atau kualitas masing-masing bagian organ sapi. Ada yang super, medium dan campuran.

Tapi biasanya harga yang disebut selalu yang super sehingga terkesan harga daging tinggi yakni mencapai Rp150.000 per kilogram bahkan lebih. Padahal, ada juga di bawah itu karena tergantung kualitas, lanjutnya. 

"Kisaran harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional di Mataram mencapai Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram," katanya.

Harga tersebut diprediksi akan kembali stabil setelah Idul Fitri, dan akan naik lagi H-1 Lebaran Topat atau Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri atau pada 8 Syawal 1447 Hijriah.

Baca juga: Mudik Lebaran, Petugas Kesehatan Mataram diturunkan di titik strategis
Baca juga: Wali Kota Mataram lepas 250 peserta program mudik gratis
Baca juga: Musim sedekah yang menguji kota