Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sebanyak 161.559 warga di kota itu sudah terlayani Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025.

"Cakupan warga yang terlayani CKG tahun 2025 tercatat 161.559 jiwa atau 12,18 persen dari target sasaran 448.775 jiwa," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Selasa.

Emirald mengakui capaian CKG tersebut masih rendah atau berada di bawah 13 persen seperti yang dipersyaratkan pemerintah, karena adanya kendala distribusi sumber daya dari pemerintah pusat.

Angka cakupan yang berada di bawah ambang batas persyaratan pusat itu, kata dia, menjadi catatan evaluasi serius bagi jajarannya untuk memasuki tahun anggaran 2026.

"Karena itu tahun ini kami akan melakukan perombakan strategi secara total," katanya.

Ia mengatakan jika mengandalkan pola pelayanan pasif dimana petugas menunggu masyarakat datang ke puskesmas tidak efektif untuk mengejar ketertinggalan data kesehatan warga.

Hal itu, lanjutnyam berdasarkan pengalaman tahun 2025 yang menunjukkan antusiasme kunjungan mandiri ke fasilitas kesehatan masih cukup berat.

Sebagai bentuk komitmen memperbaiki rapor merah tersebut, tahun ini pihaknya tidak akan lagi bergantung sepenuhnya pada pendanaan pusat. Optimalisasi dana dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan menjadi tumpuan utama guna mendanai aksi-aksi lapangan yang lebih masif.

"Kami tidak ingin mengulangi kendala yang sama. Tahun 2026 ini kami upayakan berjalan dengan mengoptimalkan peran dan pendanaan BLUD, disamping tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat," katanya.

Baca juga: Dinkes Mataram kawal proses perizin anSLHS dapur MBG

Oleh karena itu pihaknya menginstruksikan jajarannya untuk mengepung setiap keramaian publik, mulai dari kegiatan di Jalan Udayana hingga acara-acara kemasyarakatan lainnya.

Dengan fokus utama memperluas skrining kesehatan secara menyeluruh, bukan sekadar layanan seremonial, dan tantangan pada tahun 2026 dipastikan lebih berat karena target sasaran meningkat menjadi 451.323 jiwa.

Baca juga: Dinkes Mataram mendukung penutupan sementara belasan dapur MBG

Namun pihaknya optimis dengan sistem pemeriksaan yang disisipkan dalam setiap agenda eksternal, pendataan kondisi kesehatan warga Mataram akan jauh lebih akurat dan mencakup semua lapisan.

Penting bagi untuk mengetahui profil kesehatan warga secara real time sehingga kalau ditemukan risiko tinggi, mereka langsung masuk prioritas penanganan rutin.

"Target ini akan kami pantau ketat setiap triwulan, agar tidak lagi meleset seperti tahun sebelumnya," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan.