Mataram, NTB (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan menaikkan target retribusi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mataram pada 2026 hingga 150 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, NTB, Rabu, mengatakan peningkatan target retribusi itu dilakukan atas pertimbangan realisasi retribusi Labkesda pada triwulan pertama 2026 sudah mencapai 90 persen atau Rp194 juta dari target Rp200 juta hingga akhir tahun.
"Karena itulah, kemungkinan dalam APBD Perubahan 2026, kami akan usulkan kenaikan menjadi Rp400 juta atau 100 persen hingga Rp500 juta atau 150 persen," katanya.
Ia mengatakan realisasi retribusi Labkesda tersebut mulai mengalami peningkatan setelah resmi menyandang status sebagai badan layanan umum daerah (BLUD), sehingga diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan melalui optimalisasi layanan masyarakat.
Labkesda menjadi unit kerja ke-12 di bawah Dinas Kesehatan Kota Mataram yang menerapkan pola pengelolaan BLUD, selain 11 puskesmas se-Kota Mataram yang sudah lebih dulu beralih status.
"Dengan fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD, Labkesda kini memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan jenis layanannya," katanya.
Selama ini, lanjutnya, Labkesda menjadi tumpuan dalam berbagai pemeriksaan spesifik yang menjadi syarat administrasi maupun pengawasan lingkungan antara lain, pemeriksaan kualitas air, meliputi sampel air PDAM hingga pemeriksaan depo air minum isi ulang.
Selain itu, untuk keamanan pangan melalui pemeriksaan sampel makanan dan uji usap (swab) alat masak di restoran serta hotel sebagai syarat penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) termasuk persyaratan wajib bagi dapur makan bergizi gratis (MBG).
Baca juga: Dinkes mencatat 161.559 warga Mataram sudah terlayani CKG
Kemudian, Labkesda juga melayani pemeriksaan kesehatan karyawan melalui pemeriksaan rektal bagi penjamah makanan (food handler).
"Lab kami juga menjadi laboratorium klinis yang melayani rujukan pemeriksaan laboratorium dari puskesmas dan klinik di seluruh Kota Mataram," katanya.
Dengan melihat potensi yang ada, Emirald memproyeksikan pendapatan Labkesda bisa menembus angka Rp1 miliar pada tahun-tahun mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan tengah mempersiapkan beberapa langkah strategis antara lain memiliki unit klinik sendiri, sehingga melayani masyarakat secara langsung dan mandiri.
Baca juga: Dinkes NTB menyiagakan 177 puskesmas selama mudik Lebaran
Selain itu, melaksanakan workshop alat kesehatan melalui pengembangan bengkel khusus untuk pemeliharaan dan pemeriksaan alat-alat kesehatan.
Lalu, modernisasi alat kesehatan (alkes) yang mana saat ini Dinkes sedang menunggu kedatangan bantuan alat kesehatan terbaru dari Kementerian Kesehatan untuk menunjang akurasi dan kecepatan layanan.
"Dengan transformasi itu, Labkesda Kota Mataram diharapkan tidak hanya menjadi sumber baru PAD, tetapi juga mampu memberikan pelayanan kesehatan laboratorium yang lebih profesional, cepat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat," katanya.