Kapolda NTB Brigjen Polisi Surya Iskandar pada penutupan latihan praoperasi Mantap Brata 2009 di Mataram, Kamis, menekankan pentingnya kesiapsiagaan pengamanan pemilu dari berbagai bentuk kerawanan dan gangguan keamanan.
"Setelah 11 hari latihan praoperasi, kesiapan pengamanan pemilu di wilayah ini makin mantap dan saya minta pertahankan kesiapsiagaan itu hingga semua tahapan pemilu berjalan aman dan lancar," ujar Iskandar setelah menyaksikan latihan akhir pengamanan pemilu terutama terkait aksi massa yang anarkis.
Dalam latihan akhir itu, ratusan personil Polri yang didukung Satuan Brigade Mobil (Brimob) melumpuhkan peserta aksi massa yang anarkis, menghalau ribuan massa pengurus dan simpatisan partai politik yang hendak menggagalkan pelaksanaan pemilu karena kalah dalam perebutan suara terbanyak.
Drama penanganan aksi massa yang semakin brutal dan mengarah kepada bentrokan fisik itu dilakukan aparat Polri dibantu satuan TNI yang tetap berpegang teguh pada prosedur tetap (protap) penanganan kerusuhan berkadar tinggi.
Selain pasukan anti huru-hara, massa yang semakin anarkis itu dihalau dengan kendaraan "water canon" dan senjata khusus seperti "paper ball", senjata laras panjang untuk melumpuhkan perusuh dengan tiga jenis peluru yakni peluru kejut, peluru pedas (merica) dan peluru berisi gas air mata dengan jangkauan efektif 10-15 meter.
Senjata khusus lainnya yakni "Sun Ray X-1", senjara laras pendek yang juga dilengkapi tiga jenis peluru untuk melumpuhkan perusuh dan tegangan listrik berkekuatan 70 ribu volt untuk melumpuhkan provokator atau koordinator perusuh.
Meskipun beberapa anggota Polri sempat babak belur saat menghalau massa yang anarkis itu, namun upaya pengamanan berhasil karena massa dapat dipisahkan dan sedikit demi sedikit membubarkan diri hingga tindakan anarkis itu tertangani tanpa korban jiwa.
"Lebih baik lelah karena latihan daripada kepayahan saat menghadapi realita aksi massa yang anarkis dalam pelaksanaan pemilu di masa mendatang," ujar Iskandar.
Kapolda minta kepda para pimpinan satuan terutama Kapolres beserta jajarannya agar segera membuat pera kerawanan politik dan keamanan.
Para Kapolres diwajibkan menyiapkan rencana detail pergerakan pasukan cadangan di wilayah masing-masing agar tidak kewalahan saat menghadapi situasi yang menunjukkan tingkat anarkis yang tidak wajar.
Iskandar mengakui, pihaknya menyiagakan sedikitnya dua pertiga kekuatan maksimal Polda NTB beserta jajarannya baik Polres maupun Polsek dan Polisi Masyarakat (polmas) yang ada di desa/kelurahan.
"Khusus di Mapolda NTB, disiagakan sebanyak 5.687 personil yang sewaktu-waktu dapat digerakan ke lokasi gangguan kamtibmas," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026