Oleh Masnun
  Hamparan pasir putih dihiasi cemara laut (Casuarina equisetifolia L.) serta panorama bawah laut dengan berbagai spesies ikan hias maupun terumbu karang, menambah keindahan obyek wisata Gili (pulau kecil) Terawangan.
  Di obyek wisata bahari yang secara administratif masuk  wilayah Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini terdapat terumbu karang biru atau 'blue coral' yang tergolong langka di dunia.
  Bahkan, blue coral ini konon hanya ada di dua lokasi di dunia, yakni di Indonesia di Gili Terawangan dan di laut Karibia di Amerika Utara.
  Namun ada yang berpendapat bahwa terumbu karang biru yang ada di NTB bukan jenis 'Heliopora Curolea', tetapi Arcopora Promosa dan jenis ini juga banyak ditemukan di wilayah perairan Indonesia.
  Terlepas dari persoalan karang biru, Gili Terawangan yang merupakan salah satu dari tiga gili yakni Gili Meno dan Gili Air adalah obyek wisata bebas polusi terutama pencemaran udara akibat emisi gas buang dari knalpot kendaraan bermotor.
  Di obyek wisata yang luasnya 340 hektare dengan atau sekitar 10 kilometer persegi ini hingga kini hanya menggunakan alat transportasi
tanpa mesin, yakni 'cidomo' (sejenis kereta kuda) dan sepeda dayung.
  Warga Gili Terawangan, H Haeruddin mengatakan, di obyek wisata ini tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor agar tidak menimbulkan pencemaran udara dari emisi gas buang knalpot kendaraan, yang boleh beroperasi hanya cidomo dan sepeda dayung.
  Jumlah alat transportasi non-mesin itu pun dibatasi, yakni hanya 32 unit yang dikelola oleh Koperasi Janur Indah. Sedangkan sepeda dayung yang memiliki izin hanya 25 unit, dikelola warga Gili Terawangan.
  Situasi ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan untuk berjemur seharian di hamparan pasir putih atau diving (menyelam) sambil menikmati pemandangan bawah laut yang indah di obyek wisata yang merupakan ikon pariwisata NTB ini.
  Kusir atau sais Cidomo di Gili Terawangan, Sahdi (40), mengatakan, ongkos cidomo dari pelabuhan ke hotel untuk turis asing maksimal tiga orang penumpang Rp50.000.
  Sedangkan masyarakat lokal Rp25.000 per tiga orang penumpang,  sementara keliling Gili Terawangan sejauh sekitar 6 kilometer ongkosnya Rp75.000. Untuk tarif sewa sepeda dayung Rp15.000 per jam dan pada saat ramai kunjungan turis Rp20.000 per jam.
 
Sejumlah wisatawan yang pernah berkunjung ke obyewk wisata yang mulai berkembang pesat sejak tahun 1980-an ini menilai Gili Terawangan memiliki nilai lebih yang tidak ditemukan pada obyek wisata lain, yakni tidak adanya pedagang asongan yang menjajakan cenderamata.
 
  Ketenangan
  Satu hal yang menjadi nilai lebih Gili Trawangan adalah kedamaian dan ketenangannya. Hal inilah yang membuat wisatawan terjaga privasinya sehingga dapat menikmati liburan dengan sepuas hati tanpa diburu pedagang asongan penjaja cenderamata.
  Karena itu, tidak berlebihan kalau ada pendapat bahwa obyek wisata tiga gili khususnya Gili Terawangan merupakan tempat wisata terindah di Indonesia, karena benar-benar masih alami yang memang digemari para turis. Mereka benar-benar merasa kembali ke alam (back to nature).
  Obyek wisata itu dapat ditempuh melalui dua jalur, yakni lewat obyek wisata alam hutan Pusuk yang juga dikenal dengan monyetnya yang jinak dan hawa pegunungan yang sejuk. Jarak dari Mataram sekitar 35 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam.
  Selain itu, dengan menyusuri pantai melewati kawasan wisata Senggigi. Dari atas kendaraan bisa menikmati gugusan tiga gili, Terawangan, Meno dan Gili Air. Rute ini sebenarya lebih dekat hanya saja melewati banyak tanjakan.
  Untuk menuju Gili Terawangan atau dua pulau kecil lainnya bisa menggunakan perahu motor atau speed boad dengan tarif penumpang umum Rp8.000 hingga Rp10.000 per penumpang dan jika mencarter biayanya Rp259.000 hingga Rp300.000.
   Satu lagi kelebihan  obyek wisata bahari Gili Terangan adalah keamanannya. Para tamu tidak perlu khawatir kehilangan barang, karena di tempat wisata ini tidak ada pencuri, kalau ada yang berani akan ditangkap masyarakat.
  Sementara itu, Kepala Dusun Terawangan, Din mengatakan, pihaknya menjamin kemananan para tamu termasuk barang-barang berharga milik wisatawan.
   "Sejak beberapa tahun lalu kami memberlakukan awig-awig (aturan adat) untuk mengatur segala hal, termasuk masalah keamanan, dan sanksinya cukup berat. Kalau pelakunya warga setempat, maka akan dibuang atau tidak boleh lagi tinggal di Terawangan," katanya.
  Karena itu, dari 15 kawasan yang ada NTB, obyek wisata tiga gili termausk Gili Terawangan merupakan salah andalan pariwisata dan primadona pariwisata daerah ini untuk menggaet wistawan sebanyak-banyaknya.
  Menurut catatan, selama ini wisatawan yang berkunjung ke NTB masih terkonsentrasi di Lombok Barat dan terbanyak di obyek wisata tiga Gili, mencapai rata-rata 40.000 per tahun. 
  Dalam kaitan itu Pemprov NTB terus berupaya mengembangkan industr pariwisata di daerah ini dengan membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas obyek wisata yang ada.
  "Kami merasa optimis target kunjungan wisatawan NTB dalam rangka program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 sebanyak 500.000 orang akan tercapai," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi.
  Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke NTB diperlukan dukungan masyarakat terutama dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif, karena masalah keamanan sangat menentukan dalam industri pariwisata.
  Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, setiap bulan, selama tujuh bulan terakhir, angka kunjungan wisatawan ke NTB rata-rata mencapai 14.650 orang.
  Wisatawan tersebut lebih banyak wisatawan nusantara (wisnu), yakni sebanyak 11.170 orang, sementara wisman 3.470 orang dengan rata-rata lama menginap pada bulan Juli 2008 selama 2,98 hari, meningkat 0,25 hari dibanding sebulan sebelumnya.
  Menurut data, pada Juli 2008, angka kunjungan wisatawan mencapai 18.625 orang atau mengalami peningkatan 13,31 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 16.437 orang.
  Namun  bila dibandingkan kunjungan wisatawan pada bulan Juli 2007 sebanyak 19.620 orang, mengalami penurunan karena lebih rendah 5,07 persen.  
  Obyek wisata Gili Terawangan merupakan salah satu contoh ekowisata atau wisata berwawasan lingkungan, karena tempat wisata ini bebas dari pencemaran udara akibat emisi gas buang dari knalpot kendaraan bermotor. (*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026