Lombok Barat (ANTARA) - Nilai transaksi dalam penyelenggaraan Pasar Wisata Indonesia atau "Tourism Indonesia Mart Expo" 2010 di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, 12-15 Oktober, mencapai 18,9 juta dolar AS. 
"TIME 2010 membukukan transaksi sebesar 18,9 juta dolar AS, lebih tinggi dari TIME 2009 yang mencapai 17,48 juta dolar AS," kata Ketua Panitia 'Tourism Indonesian Mart Expo' (TIME) 2010 Awan Aswinabawa, pada jumpa pers setelah penutupan penyelenggaraan TIME 2010, di Senggigi, Lombok Barat, Jumat. 
  Jumpa pers itu juga dihadiri belasan wartawan dari media asing, antara lain dari Australia, Italia, Singapura, Thailand, Korea, China, Malaysia, Saudi Arabia dan Brunei Darussalam.
  Awan mengatakan, peningkatan nilai transaksi pada "TIME" 2010 itu disebabkan antara lain  adanya keterlibatan para pembeli yang menjadi sasaran pasar pariwisata Indonesia seperti India, China dan negara-negara di Timur Tengah.
  Nilai transaksi itu diperoleh dari hasil rekapitulasi  formulir yang diisi oleh  peserta TIME setiap hari selama penyelenggaraan pasar wisata.
  Rekapitulasi formulir itu berdasarkan keinginan pembeli yang disepakati dalam penyelenggaraan TIME.
  "Dari kesepakatan transaksi kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak bisnis antara pembeli dan penjual yang akan berlangsung di masa mendatang," ujarnya.
  Selama dua tahun berturut-turut NTB menjadi tuan rumah penyelenggara TIME yakni 2009 dan 2010 yang dipusatkan di Pulau Lombok.
  Seperti TIME 2009, pelaksanaan TIME 2010 selama empat hari juga dipusatkan di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di areal seluas 2.100 meter persegi di kawasan pantai belakang The Santosa Villas & Resort.
   Peserta TIME 2010 dari kalangan pembeli tercatat sebanyak 118 orang dari 22 negara, terbanyak dari India, China dan negara-negara di Timur Tengah, sementara penjualnya sebanyak 104 orang dari 15 provinsi di Indonesia. 
  Para pembeli itu antara lain berasal dari Australia, Brazil, Canada, Jerman, Hungaria, India, Italia dan Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Belanda, Polandia, Rumania, Saudi Arabia, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Thailand, Inggris dan Amerika Serikat serta Indonesia.  
  Sementara penjual berasal dari berbagai provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, Kalimantan Timur dan tuan rumah NTB.
  Penyelenggaraan TIME di Lombok merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi internasional yang akan dilakukan secara simultan untuk menyukseskan "Visit Lombok Sumbawa" (VLS) 2012 dengan target kunjungan wisatawan satu juta orang.
   TIME di Lombok itu didukung oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa (BPPLS) atau "Lombok Sumbawa Promo" dan sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, Asita, PHRI dan pelaku wisata lainnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026