Lombok Tengah, NTB, 2/11 (ANTARA) - Direktur RSUD Praya, L Sahri Haris S,Km, mengatakan, akhir-akhir ini, jumlah pasien di RSUD Praya meningkat tajam, akibatnya, pasien terpakasa dirawat di lorong-lorong ruangan rumah sakit.

   "Pasien kita membludak, rumah sakit over kapasitas, pasien tidak tertampung di ruang perawatan karena ruangan terbatas, sehingga banyak pasien tidak kebagian ruangan dan dirawat di lorong-lorong IGD," jelas Sahri Praya selasa.

   Menurutnya, kapasitas ranjang tempat perawatan di ruangan rawat inap sebanyak 147 buah. "Seluruhnya habis digunakan, tidak ada yang tersisa. Termasuk di IGD. Semuanya penuh," jelasnya.

   Dia menegaskan, pihak rumah sakit saat ini bingung mengatur pasien yang akan menjalani rawat inap sebab rata rata mereka sudah dirawat di lorong rumah sakit selama 2 hingga 5 hari.

` "Kasian sekali, kalau mereka ingin dirawat di ruang perawatan harus menunggu pasien yang keluar terlebih dahulu. Semua kelas mulai dari kelas V hingga VIP penuh," ujarnya.

   Dikatakannya, membludaknya jumlah pasien di RSUD Praya terjadi sejak sepekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh iklim yang tidak menentu sekarang ini.

   "Iklim yang tidak menentu ini menjadi salah satu pemic banyaknya warga yang sakit," jelasnya.

   Kendatipun dengan kondisi demikian, kata Sahri, pelayanan rumah sakit tidak terganggu akan tetapi terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. "Kita mengupayakan untuk memberikan pelayanan prima bagi pasien," jelasnya.

   Dia berharap agar ke depan, pemerintah daerah perlu memikirkan adanya penambahan ruang rawat inap maupun ruang IGD. "Membludaknya jumlah pasien di RSUD Praya, bukan sekali dua kali melainkan sudah sering terjadi karena itu perlu dipikirkan penambahan ruangan oleh pemrintah daerah," jelasnya.

   Terpisah, Kepala ruangan IGD RSUD Praya yang dikonfirmasi wartawan L Akhrap mengatakan, Idealnya IGD hanya bisa menampung sekitar 11 pasien. Tapi sekarang sekitar 20 pasien yang tertampung di IGD.

   "Sebagai petugas, kami tidak bisa menolak kehadiran masyarakat, yang penting mereka ikhlas menerima dirawat di lorong lorong untuk sementara waktu kita tetap akan memberikan pelayanan terbaik," jelasnya.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026