Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat menggencarkan kegiatan pelacakan, pemeriksaan, dan penanganan (Tracing, Testing, Treatment/3T) untuk mengendalikan penularan COVID-19 supaya bisa segera keluar dari zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Melalui optimalisasi kegiatan 3T tersebut, kita berharap status PPKM darurat untuk Kota Mataram tidak diperpanjang dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali bangkit," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.

Kota Mataram menerapkan ketentuan PPKM darurat dari 12 sampai 20 Juli 2021 karena berada pada level 4 dalam penilaian kondisi penyebaran COVID-19 dengan jumlah kasus lebih dari 150 per 100 ribu penduduk.

Guna mengendalikan penularan virus corona di wilayahnya, Pemerintah Kota Mataram menggiatkan penelusuran riwayat kontak pasien COVID-19 dan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan.

"Kita berdoa tidak terjadi outbreak atau kejadian luar biasa terhadap kasus COVID-19 di Kota Mataram," kata Wali Kota.

Menurut data tim kewaspadaan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Rabu (14/7), penderita COVID-19 di Kota Mataram bertambah 80 orang dan penderita infeksi virus corona yang masih menjalani perawatan tercatat sebanyak 309 orang.

Mohan menilai penularan virus corona di Kota Mataram masih bisa dikendalikan dan rumah sakit masih bisa menangani pasien COVID-19.

"Untuk persediaan oksigen, khusus untuk RSUD Kota Mataram memiliki stok 18 ton, dan akan diisi penuh lagi ketika sudah berkurang 20 persen," katanya.

Mohan menambahkan, RSUD Kota Mataram merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Nusa Tenggara Barat yang melayani warga Kota Mataram dan warga daerah lain di Nusa Tenggara Barat.

"Bagi kita itu tidak masalah dan itu menjadi bagian tanggung jawab, sebab kita memiliki fasilitas kesehatan cukup memadai, sehingga tidak boleh kita tolak. Kita harus melayani sebaik mungkin dan semampu kita," katanya.

Wali Kota mengatakan bahwa pemerintah juga menyiapkan layanan konsultasi kesehatan gratis bagi pasien COVID-19 tanpa gejala yang menjalani karantina.

"Saya bahkan sudah turun langsung baik ke rumah sakit maupun rumah sakit darurat untuk pasien COVID-19 tanpa gejala, semua layanan dan fasilitas kesehatan memadai," katanya.

Wali Kota mengingatkan warga agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, disiplin menjalankan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas).


 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026