Sumbawa Barat, NTB, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumbawa Barat akan menyiagakan tim pelayanan kesehatan lapangan beranggotakan satu dokter dan dua perawat untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat arus mudik Idul Fitri 1432 Hijriyah.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat dr Sarifuddin di Taliwang (25/8), , mengatakan tim pelayanan kesehatan lapangan itu disiagakan di sembilan Puskesmas, masing-masing didukung satu ambulans.
"Selain itu pelayanan kesehatan lapangan juga disiagakan di pusat-pusat keramaian, pelabuhan penyeberangan, jalur lalu lintas yang padat, terminal dan tempat wisata," katanya.
Menurut Sarifuddin, tim medis pelayanan kesehatan lapangan yang siaga saatarus mudik lebaran akan fokuspada tiga bidang pelayanan utama, yakni kesiagaan pelayanan di sarana kesehatan utamanyarawatinap di Puskesmas, kesiagaan unit gawat darurat serta siaga para bidan desa di Puskesmas pembantu.
"Pelayanan kesehatan lapangan bersifat 'mobile' agar bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan lain yang terjadi saat wargaberlibur di objek wisata," katanya.
Sarifuddin mengatakan, pihaknya juga telah menyebarkan pamfletberisi imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, menghindari makan di sembarang tempat serta menjaga kondisi tubuh.
"Ini penting dilakukan agar masyarakat yang mudik terhindar darisakit akibat keracunan makanan atau diare," katanya.
Pemerintah berharap para pengguna jalan khususnyapengendara kendaraan bermotor untuk mewaspadai cedera otak akibat kecelakaan. Karena itu, tim medis mengimbau masyarakat selalu menggunakan standar keamanan berkendara yang baik seperti helm.
"Kita juga mengaktifkan layanan telepon 'online' bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis darurat, yakni di nomor 08123751788 milik Dinas Kesehatan," katanya.
Ia mengatakan, kesigaan pelayanan kesehatan lapangan iniserentak dimulai H-3 hingga H+4 lebaran. Para dokter dan perawat diinstruksikan selalu siaga untuk melayani masyarakat. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026