"Empat perahu karet yang kami siagakan untuk mengoptimalkan pengawasan melalui laut, saat 'Lebaran Topat'," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Jumat.
Menurutnya, optimalisasi pengawasan laut dilakukan karena yang datang berlebaran topat ke sembilan kilometer Pantai Mataram, bukan hanya warga kota saja melainkan warga dari berbagai Pulau Lombok.
"Saat 'Lebaran Topat' masyarakat akan tumpah ruah di sepanjang pantai," katanya.
Terkait dengan itu, pengawasan melalui laut akan dioptimalkan dari ujung utara di Pantai Meninting sampai ujung selatan di Pantai Gading.
Dalam kegiatan patroli laut, pihaknya akan dibantu juga oleh Kepolisian Air dan Udara, Basarnas, Dinas Perhubungan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Karenanya, berbagai logistik pengamanan patroli di laut termasuk pelampung telah disiapkan untuk menjamin pelaksanaan "Lebaran Topat" berjalan aman dan nyaman.
"Semua logistik pengamanan yang kami miliki, sudah sesuai standar nasional Indonesia (SNI) untuk penyelamatan. Termasuk untuk pakaian petugas kami," katanya.
Sebelumnya, tambah Mahfuddin, pihaknya juga telah melakukan uji coba aktivasi sirine deteksi dini tsunami yang ada di Pantai Penghulu Agung, pada tanggal 26 April 2022.
"Alhamdulillah, sejauh ini sirine deteksi dini tsunami masih berfungsi normal. Aktivitasi kami lakukan per tanggal 26 setiap bulan," katanya.
Lebih jauh Mahfuddin menyebutkan, hasil pantauan sementara kondisi laut saat ini masih normal dengan ketinggian gelombang 0-1 meter. Dia berharap tidak terjadi perubahan cuaca ekstrem saat "Lebaran Topat".
"Dengan demikian, kegiatan puncak 'Lebaran Topat' bisa berjalan aman dan lancar serta didukung dengan kondisi cuaca stabil," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026