13 KORBAN PERAHU TENGGELAM MASIH DALAM PENCARIAN

id

     Denpasar, 21/9 (ANTARA) - Sebanyak 13 korban perahu tradisional "Sri Murah Rejeki" yang tenggelam di perairan laut Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Rabu dini hari, masih dalam pencarian.
     Direktur Polisi Perairan Polda Bali Kombes Pol Agoes Doeta Soepranggono di Denpasar, Rabu siang, menyebutkan bahwa perahu tersebut ditumpangi 35 orang.
     Dari 35 korban penumpang perahu nahas itu, 11 orang di antaranya ditemukan tewas, 11 selamat, dan 13 lainnya masih dalam pencarian tim gabungan Polair Polda Bali dan Basarnas.
     Menurut dia, peristiwa tenggelamnya perahu nelayan tersebut terjadi Rabu pagi sekitar pukul 03.20 Wita.
     "Para korban saat itu sedang berlayar setelah mengikuti upacara Ngaben di Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, dan hendak pulang ke Desa Toya Pakeh," katanya.
      Para korban yang tenggelam merupakan anggota "Sekaa Angklung" atau grup gamelan tradisional Bali asal Desa Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
      Agoes menduga penyebab tenggelamnya perahu tersebut adalah faktor kelalaian manusia.  "Perahu nelayan itu tak layak mengangkut penumpang," katanya.
      Selain itu, faktor lain yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut adalah kelebihan muatan.
      "Dugaan kelebihan penumpang bisa jadi, dan kapal yang digunakan tidak sesuai standar penumpang," katanya.
       Namun dia menambahkan bahwa peristiwa tersebut bisa juga disebabkan faktor cuaca yang tidak kondusif. "Angin berkekuatan besar bisa menyebabkan ombak besar," katanya.
       Kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab tenggelamnya perahu nelayan tersebut.
       "Kami masih melakukan investigasi. Semua kemungkinan bisa saja terjadi," kata Agoes.(*)