Ini jadi "jalan tengah" atas kenyataan banyak anak di sana yang menjadi buruh penambang atas desakan ekonomi keluarga atau kebiasaan yang selama ini berlaku.
"Saya harap mereka tetap mengutamakan pendidikan," kata Rivai, di Pangkalpinang, Selasa.
Lebih lanjut Rivai mengingatkan, para orang tua agar terus mendorong anak-anak untuk tetap bersekolah.
"Bagi orang tua, tugas mereka adalah mengantarkan anak-anak pada masa depan mereka yang lebih cerah oleh karena itu seharusnya mereka tetap mendorong anak-anak untuk mengutamakan pendidikan," kata Rivai.
Berdasarkan data dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Babel, ribuan anak di Bangka Belitung disinyalir bekerja di sektor informal seperti penambangan timah rakyat.
Dari 60 ribu pekerja diperkirakan lima persen atau sekitar tiga ribu di antaranya adalah anak-anak.
Menurut International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional dan dan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, anak-anak tidak diperkenankan bekerja. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026