Ia juga menambahkan, Resolusi Jihad tersebut juga meminta kepada pemerintah untuk menggerakkan perjuangan. Resolusi Jihad itu juga sekaligus pengakuan wewenang dan kekuasaan pemerintah. Kegiatan ini juga digelar di PP Tebuireng, Jombang, lokasi pesantren yang didirikan oleh K.H. Hasyim Asy'ari sekaligus pencetus Resolusi Jihad. "Kami ingin ambil berkah ke K.H. Hasyim Asy'ari, karena masih banyak tugas dan tanggung jawab yang cukup besar," kata dia.
Ia juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dalam penetapan hari santri tersebut, yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 15 Oktober 2015. Penetapan hari santri nasional tersebut adalah apresiasi pemerintah terhadap perjuangan ulama dan santri, yang ikut serta mengusir penjajah dari NKRI. "Kami berterima kasih kepada pemerintah kepada Presiden Joko Wdodo yang telah menetapkan hari santri sebagai salah satu hari nasional. Sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan dari kalangan para kiai dan para santri," kata dia.
Baca juga: R20 relevan atasi permasalahan agama di dunia saat ini
Baca juga: Ketum PBNU ajak mahasiswa Ubaya rawat keberagaman
Kegiatan Apel Nasional Hari Santri 2022 ini digelar secara offline dan daring dari Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, diikuti seluruh PCNU dan PWNU se-Indonesia dari daerah mereka masing-masing.
Ribuan santri baik putra dan putri juga ikut serta dalam acara apel nasional tersebut yang digelar di area Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Ketua umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf secara langsung memimpin apel nasional itu. Ada 528 titik yang ikut serta menggelar apel tersebut dan diikuti oleh sebanyak ribuan santri se-Indonesia.
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026