MASYARAKAT BERTEKAD JAGA KELESTARIAN HKM SANTONG

id

     Mataram, 27/11 (ANTARA) - Masyarakat yang menjadi anggota Koperasi Tani Hutan Maju Bersama, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara bertekad menjaga kelestarian kawasan Hutan Kemasyarakatan seluas 758 hektare  dengan tidak menebang pohon yang telah mereka tanam di hutan tersebut.

     Ketua Koperasi Tani Hutan Maju Bersama Santong, Kecamatan Kayangan H Artim Yahya (46)  di Santong (sekitar 60 kilometer arah utara Mataram), Selasa mengatakan, di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Santong saat ini telah tumbuh berbagai jenis kayu-kayuan, antara lain mahoni, sengong, sonokling, gmelina (Gmelina arborea) dan kalimuru (udu).

     "Pohon kayu-kayuan yang kami tanam 13 tahun lalu atau tahun 1997  kini sudah besar dan sebenarnya sudah bisa ditebang. Namun kami bertekad untuk tidak menebang pohon tersebut, selama ini yang bisa dimanfaatkan petani adalah hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti buah kakao, kopi, pisang dan durian,  yang menjadi primadona adalah daun sirih," ujarnya.

     Ia mengatakan, pohon kayu di hutan tersebut bisa ditebang hanya  untuk membangun rumah dan tidak boleh dijual. Persyaratan lain kalau menebang satu pohon harus diganti dengan menanam minimal empat bibit pohon kayu dan ini sudah menjadi kesepakatan semua anggota koperasi.

     "Dengan cara ini kami optimis kelestarian KHM seluas 758 hektare itu akan tetap terjaga. Anggota koperasi yang melanggar aturan tentu ada sanksinya. Ini kami lakukan agar kawasan hutan itu tidak menjadi gundul dan tandus seperti ketika belum ada HKm 13 tahun silam," ujarnya.

     Menurut Artim, dengan pemanfaatan HHBK para anggota sudah bisa hidup dengan layak, seperti penjualan biji  kakao, kemiri, pisang, kopi dan dalam waktu dekat ini petani mulai panen durian. Ini akan memberikan penghasilan cukup besar bagi para petani.

     "Dari panen HHBK itu kami bisa meraup penghasilan rata-rata Rp3 juta per orang per bulan. Bahkan bisa meraih hasil penjualan di atas Rp5 juta. Namun kadang-kadang penghasilan petani bisa kurang terutama pada musim hujan, karena beberapa jenis tanaman gagal panen kalau terjadi cuaca ekstrem seperti pada tahun lalu," kata Artim.

     Karena itu, katanya, para petani anggota Koperasi Tani Hutan Maju Bersama mengharapakan bantuan pemerintah untuk mengatasi kendala yang mereka hadapi, seperti menurunnya produksi kakao sejak beberapa tahun terakhir setelah munculnya penyakit jamur putih yang menyerang tanaman kakao.

     "Sejak dua tahun terakhir produksi kakao petani menurun mencapai 50 persen , karena buah kakao banyak yang rusak akibat serangan jamur putih. Karena itu kami mengharapkan bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut," ujarnya.

     HKm Santong di  Kabupaten Lombok Utara seluas 758 hektare  telah menerima sertifikasi ekolabel pertama di Indonesia untuk hutan kemasayarakat  pada 2011 karena diniali berhasil dalam mengelola hutan berbasis masyarakat.

     Atas keberhasilan tersebut kini HKm Santong sudah dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional sejumlah utusan dari negara Asean dan Asia datang untuk melibat secara langsung keberhasilan masyarakat dalam mengelola kawasan hutan tersebut.

(*)

Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar