"Target itu sudah tercapai sejak beberapa pekan lalu berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku pariwisata yang gencar mempromosikan objek wisata andalan dan mendorong kemajuan ekonomi kreatif," kata Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, di Mataram, Rabu.
Pencapaian target satu juta wisatawan mancanegara dan nusantara itu, juga telah diapresiasikan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada para pihak yang digelar di Hotel Lombok Raya, Selasa (18/12) malam.
Malam apresiasi VLS 2012 itu dipadukan dengan tasyakuran HUT ke-54 Pemerintah Provinsi NTB, yang dirangkai dengan puncak Pekan Bulan Citra Budaya 15-18 Desember 2012.
Para pihak yang diberi apresiasi terkait kesuksesan VLS 2012 antara lain, kepala daerah di 10 kabupaten/kota yang dinilai telah bekerja keras mengelola destinasi pariwisata, dan budayawan yang berperan aktif mendukung kemajuan pariwisata.
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov NTB yang menggelar wisata MICE (Meeting Incentive, Conference dan Exhibition) atau pertemuan, insentif, konferensi dan pameran, terbanyak di 2012, juga berhak atas penghargaan tersebut.
Selain itu, Forum Wartawan Pemprov NTB yang dinilai berperan aktif membantu mendorong kemajuan pariwisata NTB juga diberi penghargaan serupa.
Program VLS 2012 diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 6 Juli 2009.
Meskipun telah dinyatakan mencapai target VLS 2012, Pemprov NTB belum mau meluncurkan program VLS lanjutan dengan target kunjungan dua juta wistawan pada 2015, yang sebelumnya digadang-gadang akan diluncurkan saat malam apresiasi VLS 2012 itu.
Dikabarkan, peluncuran VLS Jilid II itu akan dilakukan pada momentum yang lain, mengingat pencapaian target satu juta wisatawan itu belum didukung data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Gubernur NTB periode 2008-2013 yang sudah menyatakan akan maju lagi untuk periode keduanya itu, menginginkan kunjungan wisatawan lebih banyak lagi, sehingga mendorong semua SKPD lingkup Pemprov NTB dan pemkab/pemkot di 10 daerah otonom, untuk terus mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya.
Namun, gubernur dari kalangan ulama itu menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata berbasis natural, atau lebih banyak menonjolkan keindahan alam, bukan destinasi yang banyak tersentuh teknologi.
"Alam di NTB sungguh indah, dan banyak orang menyukainya. Karena itu, siapa pun yang nantinya memimpin NTB di masa mendatang, harus tetap menjaga keindahan alam ini dalam pengembangan sektor pariwisata," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026