Kita yakin dengan difungsikannya kembali terminal ini bisa mengurangi kemacetan yang selalu terjadi di sekitar pasar Kebon RoekMataram, (Antara)- Terminal tipe C di pasar Kebon Roek Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mulai difungsikan untuk lokasi bongkar muat angkutan desa maupun angkutan kota di daerah itu.
"Kita yakin dengan difungsikannya kembali terminal ini bisa mengurangi kemacetan yang selalu terjadi di sekitar pasar Kebon Roek," kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang datang mengecek kondisi terminal Kebon Roek di Mataram, Rabu.
Dikatakannya, pemanfaatan terminal di Kebon Roek sudah lama direncanakan.
Tujuannya agar pedagang tidak lagi berjualan di sembarang tempat dan
kendaraan tidak menumpuk di jalan depan pasar sehingga menimbulkan kemacetan.
"Oleh karena itu, Dishubkominfo dan Diskoperindag punya tugas masing-masing
untuk mengawal agar rencana yang dipersiapkan bisa berjalan, dan tetap mengawal operasional terminal ini agar tetap konsisten seperti tujuan semula," katanya.
Wakil wali kota juga yakin, pedagang tidak akan keberatan dengan pengembalian fungsi terminal di Kebon Roek karena hal itu juga untuk kenyamanan para pedagang maupun pembeli.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram H Khalid, pemisahan batas kewenangan Dishubkominfo dan Diskoperindag telah jelas dengan pemasangan pagar pembatas.
Dimana, kewenangan Diskoperindag adalah untuk mengatur para pedagang, sedangkan kewenangan Dishubkominfo adalah untuk lokasi parkir kendaraan roda empat, roda dua, cidomo maupun lokasi bongkar muat angkutan kota (angkot) dan angkutan desa (angdes).
Khalid mengatakan, terminal khusus hanya digunakan untuk lokasi bongkar muatangdes dan angkot. Dengan catatan para pedagang, tidak boleh berjualan di
dalam areal terminal.
"Pembagian lahan parkir sudah jelas. Kendaraan roda dua parkir di sebelah barat, untuk cidomo parkirnya di sebelah timur di luar pagar pembatas dan mobil dibagian depan pasar," ujarnya.
Dishubkominfo menargetkan, pada hari Senin pekan depan penataan terminal tipe C itu sudah dapat beroperasional secara utuh tanpa adanya kesemerawutan terhadap pengambilan lahan terminal untuk berjualan atau untuk parkir kendaraan roda dua.
Apalagi, pihak Dishubkominfo telah membentuk satgas cidomo dengan merekrut lima orang warga setempat untuk bertugas mengatur parkir cidomo yang merupakan alat transportasi lokal.
"Dengan adanya satgas cidomo ini, kita berharap mampu mengurangi kemacetan arus lalu litas pada kawasan Kebon Roek," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026