Petani perlu didorong untuk tidak hanya menjadi produsen, tapi bisa menjadi pelaku usaha agar bisa memperbaiki tingkat kesejahteraanny
Mataram,  (Antara) - Badan Koordinasi Penyuluh Nusa Tenggara Barat memberikan pelatihan tentang teknik budi daya dan manajemen agribisnis kepada 2.360 petani/nelayan agar tidak hanya bisa berproduksi tapi juga mampu menjadi pengusaha.

"Petani perlu didorong untuk tidak hanya menjadi produsen, tapi bisa menjadi pelaku usaha agar bisa memperbaiki tingkat kesejahteraannya," kata Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Husnanidiaty Nurdin di Mataram, Sabtu.

Menurut dia, tingkat kesejahteraan petani akan cenderung membaik, mana kala mereka mampu berperan sebagai pelaku usaha, di samping sebagai pelaku utama (produsen).

Tingkat kesejahteraan petani di NTB, saat ini cenderung membaik. Hal itu dibuktikan dari nilai tukar petani (NTP) yang dirilis Badan Pusat Statistik (NTB) pada Oktober 2014 yang mencapai 100,80 persen.

NTP pada Oktober 2014 mengalami peningkatan sebesar 1,24 persen dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya sebesar 99,56 persen.

Husnanidiaty mengatakan, upaya melatih petani menjadi pelaku usaha juga dalam rangka menekan angka kemiskinan sebesar dua persen per tahun, terutama di wilayah perdesaan.

Melalui pelatihan teknik budi daya dan manajemen agribisnis, para petani diharapkan mampu memanajemen usahanya, terutama dari sisi pascapanen.

"Petani bisa mengolah hasil produknya, sehingga bisa memberikan nilai tambah ekonomi yang akan berdampak terhadap tambahan pendapatan," ujarnya.

Upaya memotivasi para petani/nelayan menerapkan konsep agribisnis, kata dia, sejalan dengan keinginan Gubernur NTB HM Zainul Majdi, yang menginginkan adanya industrialisasi produk unggulan daerah.

Melalui proses industrialisasi, diharapkan akan mampu membangkitkan kekuatan ekonomi baru di masyarakat.

"Selain upaya pemberdayaan, penguatan dan pemberian bantuan kepada masyarakat miskin," kata Husnanidiaty.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026