Setelah dilakukan rasionalisasi, alokasi Rp18 miliar itu sudah memadai untuk pilkada dua kali putaran. Kalau pun ada kekurangan akan dialokasikan lagi pada perubahan APBD 2015
Mataram,  (Antara)- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyetujui anggaran untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 sebesar Rp18 miliar, turun dari yang diajukan Komisi Pemilihan Umum Rp21 miliar.

Sekretaris Daerah Kota Mataram HL Makmur Said di Mataram, Senin, mengatakan anggaran sebesar Rp18 miliar tersebut sudah masuk dalam belanja hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram untuk pelaksanaan pilkada 2015 melalui RAPBD 2015.

Dikatakannya, kebijakan mengalokasikan anggaran pilkada Rp18 miliar dari Rp21 miliar yang diajukan, telah dipertimbangkan sesuai kebutuhan pilkada.

"Setelah dilakukan rasionalisasi, alokasi Rp18 miliar itu sudah memadai untuk pilkada dua kali putaran. Kalau pun ada kekurangan akan dialokasikan lagi pada perubahan APBD 2015," katanya.

Menurutnya, jika dalam perjalanannya nanti pemerintah harus menyesuaikan standar kebijakan pelaksanaan pilkada 2015 dan berdampak pada peningkatan kebutuhan anggaran, pemerintah kota masih memiliki kesempatan untuk melakukan penyesuaian penambahan anggaran.

"Apalagi menurut informasi terakhir, pilkada serentak akan berlangsung pada Desember dari informasi sebelumnya pada September 2015,` ujarnya.

Menyinggung kemungkinan perubahan aturan pilkada, sekda mengatakan, jika terjadi perubahan aturan pilkada melalui DPRD, maka akan lebih memudahkan pemerintah.

Alasannya, karena jika pilkada dilakukan melalui DPRD maka anggaran yang dibutuhkan akan lebih kecil, sebab kebutuhan anggaran hanya untuk debat publik dan kegiatan panitia lainnya.

"Dengan demikian anggarannya bisa dialihkan untuk mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menurut informasi, tahun 2015 Kota Mataram akan melaksanakan pilkada serentak bersama sekitar 118 kabupaten/kota di Indonesia, sedangkan di NTB, Kota Mataram akan melaksanakan pilkada bersama Kabupaten Lombok Utara, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026