"Awalnya pengamanan dilakukan oleh Kodim Lombok Tengah, terkait aktivitas mereka yang dicurigai menggunakan peralatan militer di wilayah Pujut. Kemudian, setelah diperiksa keduanya malah tidak memiliki paspor dan visa kerja,"
Mataram, (Antara NTB) - Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat mengamankan dua warga negara asing asal Austalia karena diketahui tidak mengantongi paspor kerja dan visa kartu izin tinggal sementara (Kitas).

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Husni Thamrin, kepada wartawan, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, mengatakan dua warga asal Negeri Kanguru itu bernama Richard Peter Monaghan dan Pedlow Michael Edward. Keduanya diamankan di Kecamaan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (7/1) oleh anggota TNI AD dari Komando Distrik Militer (Kodim) setempat.

"Awalnya pengamanan dilakukan oleh Kodim Lombok Tengah, terkait aktivitas mereka yang dicurigai menggunakan peralatan militer di wilayah Pujut. Kemudian, setelah diperiksa keduanya malah tidak memiliki paspor dan visa kerja," katanya.

Ia mengatakan, kedua warga negara Australia itu langsung digiring oleh petugas Imigrasi Mataram, pada Rabu (7/1) untuk diproses lebih lanjut.

Husni menjelaskan, kedua warga asing itu diketahui tidak memiliki visa Kitas dan salah satu darinya tidak mampu menunjukan paspor.

 "Si Richard punya paspor, namun yang digunakannya adalah paspor kunjungan, bukan paspor kerja," ucapnya.

Sedangkan Pedlow, kata dia, tidak dapat menunjukan paspor dan visa Kitas saat diminta oleh anggotanya dilapangan. "Alasannya paspor dan visanya disimpan oleh perusahaan di Jakarta," kata Husni.

Kedatangan kedua warga asing itu ke wilayah Pujut diketahui sejak akhir Desember 2014. "Aktivitas mereka sudah sampai meratakan lahan disekitarnya dan membuat sebuah sumur bor menggunakan peralatan militer," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa aktivitas yang dilakukan kedua warga asing itu adalah ingin mencari emas di wilayah tersebut. "Mereka mengaku disponsori oleh sebuah perusahaan untuk mencari emas di daerah sana. "Katanya diwilayah itu terdapat kandungan emas," katanya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dikatakannya bahwa Richard Peter Monaghan berasal dari PT Archipelago Indonesia Drilling dan Training, sedangkan Pedlow Michael Edward dari PT Servita Benicdo.

Kemudian, terkait peralatan yang ditemukan kodim Lombok Tengah sejenis milik militer itu. Husni mengatakan bahwa si Pedlow dahulunya adalah mantan militer di Australia. Hal itu diungkapkannya berdasarkan pengakuan Pedlow. (*)


Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2026