"Mahasiswa kesehatan akan dilibatkan untuk memberikan pendampingan terhadap ibu hamil dan anak yang tergolong kurang gizi atau gizi buruk"
Mataram, (Antara NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan melakukan kerja sama dengan konsorsium perguruan tinggi kesehatan di daerah dalam rangka menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan.

"Mahasiswa kesehatan akan dilibatkan untuk memberikan pendampingan terhadap ibu hamil dan anak yang tergolong kurang gizi atau gizi buruk. Insya Allah kerja sama itu akan kami lakukan pada tahun ini," kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muhammad Amin, di Mataram, Selasa malam.

Hal itu dikatakan pada sidang paripurna DPRD NTB dengan agenda memberikan jawaban atas pertanyaan legislator terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB tahun 2014.

Menurut Amin, pelayanan kesehatan dalam rangka menciptakan manusia NTB yang sehat jasmani dan rohani yang berkontribusi terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Komposisi kesehatan, lanjutnya, dapat ditentukan oleh usia harapan hidup yang dibentuk melalui angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan usia harapan hidup, pihaknya terus berupaya melalui terobosan program Generasi Emas NTB yang diwujudkan melalui program aksi 1.000 hari pertama kehidupan.

Selain itu, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dokter, perawat dan bidan pada setiap desa.

"Minimal satu desa memiliki dua bidan," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, menyebutkan secara absolut, jumlah tenaga medis, perawat dan bidan di daerah ini relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain, tetapi rasio tenaga kesehatan (per 100.000 jiwa) justru lebih rendah. Artinya NTB masih kekurangan tenaga kesehatan.

Amin menambahkan upaya peningkatan sarana dan prasarana layanan kesehatan terus dilakukan, termasuk obat-obatan di puskesmas, maupun di poskesdes, serta peningkatan kesehatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat melalui posyandu bersaing dan desa siaga.

"Kami berharap melalui berbagai program di bidang kesehatan akan mampu mendongkrak IPM NTB ke papan tengah dari peringkat bawah," ucapnya.

Dinas Kesehatan NTB, merilis angka kematian ibu melahirkan di daerahnya sepanjang 2013 sebanyak 109 orang, yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 10 kasus, Lombok Timur 35 kasus, Lombok Tengah 20 kasus, Sumbawa 7 kasus, Kota Mataram 14 kasus dan Kabupaten Bima 11 kasus.

Sementara empat kabupaten/kota lainnya di bawah 10 kasus, yakni Kabupaten Sumbawa Barat 5 kasus, Dompu 2 kasus, Kota Bima 3 kasus, dan Kabupaten Lombok Utara 2 kasus.

Penyebab kematian ibu melahirkan tersebut dari aspek manajemen dan medis. Ada yang mengalami pendarahan dan eklamsie berat atau keracunan kehamilan. (*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026