"Jadi kegiatan ini sekaligus kita memperkenalkan program BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja bukan upah (BPU). Untuk ini kita memberikan bantuan iuran gratis selama tiga bulan kepada 500 pekerja BPU di Kota Mataram,"Mataram (Antara NTB) - BPJS Ketenagakerjaan Mataram menggelar pasar murah dalam rangka menyambut bulan puasa dengan menjual 4.000 paket sembako seharga Rp57.000 per paket yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 kg, dan gula pasir 2 kg.
"Kalau harga sebenarnya itu Rp115.000 tetapi kita beri diskon 50 persen sehingga harganya Rp57 ribu," kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, Papua, I Gusti Ngurah Suartika pada sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja bukan penerima upah (BPU) di Mataram, Sabtu.
Menurut dia, pasar murah itu dilakukan untuk membantu masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan sekaligus mengenalkan program BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja bukan penerima upah (BPU) di Kota Mataram.
"Jadi kegiatan ini sekaligus kita memperkenalkan program BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja bukan upah (BPU). Untuk ini kita memberikan bantuan iuran gratis selama tiga bulan kepada 500 pekerja BPU di Kota Mataram," ujarnya.
Dia menjelaskan, tenaga kerja BPU itu di antaranya petani, pedagang kaki lima, perajin, tukang ojek, dan mereka yang bekerja di sektor informal. Bagi pekerja BPU ini akan mengikuti dua program yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JK). Sedangkan, untuk jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP) sifatnya masih sukarela.
"Kami juga memberikan kemudahan bagi pekerja BPU, terutama dalam proses menerima pendaftaran melalui online," jelas Suartika.
Dia menambahkan iuran bagi pekerja BPU ini sesuai dengan UMK Rp1,4 juta di Kota Mataram dibebankan sebesar Rp18,265 per bulan. Dengan nominal tersebut, jika mendapat kecelakaan kerja akan mendapat biaya pengobatan sebesar Rp20 juta setiap kasus, dan mendapat santunan jika meninggal dunia karena kecelakaan kerja sebesar Rp67,4 juta.
"Kalau meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, ahli warisnya mendapat santunan dari program jaminan kematian sebesar Rp21 juta," jelasnya.
Selain kegiatan pasar murah, pihaknya juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris dan juga penyaluran bea siswa kepada anak pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berperstasi. (*)
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026