Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia

id HUT Provinsi Maluku ke-78, Ambon, Maluku, Gubernur Maluku, Murad Ismail

Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia

Gubernur Maluku menjadi Inspektur upacara dalam HUT ke-78 Provinsi Maluku di Ambon, Sabtu (19/8/2023). ANTARA/DedyAzis

Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Murad Ismail mengutip pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia (RI) Ir. Soekarno yang mengatakan bahwa 'Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia' dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Maluku

"Ungkapan ini diangkat agar bisa menginspirasi Maluku untuk terus maksimal dalam setiap potensi yang ada di Maluku," ujar Gubernur Murad di Ambon, Sabtu.

Pada HUT Provinsi Maluku ke-78 mengusung tema 'Maluku Melaju Untuk Indonesia Maju'. "Tema ini menginspirasi kita untuk terus bekerja menggerakkan segenap potensi daerah agar Maluku bisa tumbuh berkembang dan melaju. sehingga sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Indonesia akan disebut maju jika Maluku juga berkontribusi dalam kemajuan tersebut," kata Murad.

Murad melanjutkan, sebagai Provinsi awal di Indonesia, masyarakat Maluku juga harus belajar dari perjuangan para pahlawan seperti semangat persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan cinta Tanah Air juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Belajar dari kisah perjuangan para pahlawan, setidaknya kita menemukan tiga nilai keteladanan sebagai warisan dan dari mereka. yaitu pertama semangat persatuan dan kesatuan, menjadi modal terpenting dalam perjuangan di masa kemerdekaan. Semangat itu harus menjadi modal dalam upaya kita membangun Maluku sebab kita tidak dapat bergerak sendiri-sendiri kita harus bekerja dalam satu sistem yang terkendali dibawa satu garis komando yang jelas,” jelasnya.

Baca juga: Ambon kembangkan wisata hutan mangrove
Baca juga: BKSDA Maluku terima translokasi 15 satwa liar dari Jateng


Tak hanya itu, slogan orang Maluku juga harus diwariskan dan dibangun dalam toleransi hidup orang basudara. “Ketiga rasa cinta Tanah Air, patriotisme dan mengutamakan kepentingan daerah adalah sikap yang selalu tergambar dalam tindakan pendahulu kita. Sikap Ini mesti diwariskan dari generasi ke generasi dalam membangun toleransi hidup orang bersaudara, sebagaimana slogan hidup orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng bagi dua yang artinya susah senang bersama saling berbagi yang utama," tuturnya.

Turut dihadiri Forkopimda, Wali Kota, Bupati dan Penjabat Wali Kota dan Bupati 11 Kabupaten Kota di Maluku, ASN dan lainnya.