"Ini menjadi modal bagi teman-teman komunitas dalam memajukan pariwisata di Indonesia," ujarnya.
Mataram (Antara NTB) - Komunitas sepeda gunung atau Mountain Bike (MTB) dari Bali dan Nusa Tenggara Barat menjajal jalur wisata yang eksotis di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Fengky Gunawan, salah seorang "goweser" asal Bali yang turut serta berpartisipasi dalam menjajal trek alam Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu mengaku terpesona dengan eksotisme wisata alam di daerah itu.

"Sebagai destinasi wisata, keindahan dan eksotisme NTB, dalam hal ini Sumbawa Barat tidak ada habisnya untuk di-`explore`," kata Fengky Gunawan di Sumbawa Barat, Selasa.

Menurut dia, dari kegiatan itu, nantinya beragam potensi kekayaaan alam di KSB akan dipromosikan secara lebih luas, tentu dengan cara masing-masing angggota komunitas.

"Ini menjadi modal bagi teman-teman komunitas dalam memajukan pariwisata di Indonesia," ujarnya.

Dalam momentum besar tersebut, para komunitas MTB Bali dan NTB menaklukkan tiga trek sekaligus, dari Kecamatan Sekongkang hingga Maluk, sepanjang 20,26 Km.

Puluhan "goweser" dari berbagai latar belakang profesi ini, seperti jurnalis, penulis, fotografer, akademisi, dan berbagai profesi lain, turut serta dalam kegiatan yang digagas untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata, kuliner, hingga gerakan pelestarian alam KSB itu.

Mengambil start di Town Site Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), etape pertama dimulai sekitar pukul 07.20 Wita. Para "goweser" menelusuri rute menantang tanjakan berat, turunan curam dengan material tanah debu dan bebatuan "track Wash Pad".

Lalu memasuki perkampungan, hingga jalan aspal dengan tanjakan panjang dan berliku-liku. Kendati demikian, tak satupun anggota dari komunitas Lombok Mountain Bike Community (LMBC), Mayung MTB, Maluk MTB, Sabic Sekongkang MTB Community menyerah.

Di bagian akhir, para peserta melepas tukik atau anak penyu, sebagai bentuk gerakan melestarikan alam menjaga stabilitas ekosistem laut yang menjadi potensi besar wisata di Kabupaten Sumbawa Barat.

Manajer SR PTNNT, Kasan Mulyono, penggagas kegiatan tersebut menerangkan, tujuan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan potensi pariwisata di KSB dengan gerakan sehat bersepeda, serta menjalin silaturahim antarklub sepeda.

"Beberapa kali kegiatan seperti ini dilakukan bersama, tetapi kesempatan kali inilah yang paling ramai pesertanya," katanya.

Kata dia, selain bersepeda, spesial dari kegiatan terakhir melepas tukik pun menjadi agenda tetap. Seperti diketahui Sumbawa adalah daerah berlabuhnya penyu-penyu hijau yang kini mulai punah.

"Perusahaan tambang ini kemudian melakukan gerakan kepedulian untuk terus melestarikannya. Hingga kini lebih dari 30 ribuan tukik telah dilepas selama keberadaan PT NNT," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026