Malang (ANTARA) - Diduga stres akibat gagal menjadi wakil rakyat, seorang calon legislator (caleg) DPRD Kabupaten Malang, Yogi Suherman (51), Jumat (29/5), nekat bunuh diri dengan cara mengikat lehernya dengan seprai yang disambungkan ke jendela nako.
Caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang tinggal di Jalan A. Yani, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu, ditemukan dalam kondisi leher terikat seprai dan terbujur kaku di lantai kamar tidur sekitar pukul 07.30 WIB.
Menurut salah seorang kerabat korban, Sunarko (45), yang menemukan korban pertama kali adalah anak pertamanya, Mirna (21). Saat itu, Mirna melihat kondisi orang tuanya terbujur kaku di lantai kamar dengan leher terikat dan mengenakan celana pendek berkaos warna merah.
Melihat kondisi bapaknya seperti itu, Mirna langsung berinisiatif memotong tali seprai yang mengikat leher korban yang disambungkan ke jendela nako, dan meminta tolong pada tetangga untuk mendobrak pintu yang terkunci dari dalam.
Hanya saja, Sunarko mengaku, pihak keluarga tidak mengetahui kenapa perbuatan nekat itu dilakukan. Sebab, mulai proses pemilu sampai Kamis (28/5) malam, korban tidak pernah mengeluh, termasuk kekalahannya dalam pemilu.
"Kami kaget ketika mengetahui Yoga bunuh diri, sebab selama ini Yoga cukup baik dan siap membantu saudara maupun tetangga. Yoga orangnya juga tidak banyak bicara," katanya.
Korban, kata Sunarko, adalah caleg untuk anggota DPRD Kabupaten Malang dalam Pemilu 2009. Karena suara yang diperoleh korban tidak memenuhi ketentuan, akhirnya gagal dan tidak terpilih.
Selain gagal meraih kursi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Malang, katanya, sejak tiga bulan lalu, korban juga menganggur, karena bisnis kontraktornya di Surabaya juga gagal.
Menurut Sunarko, sehari sebelum ditemukan tewas, bapak tiga anak ini sempat "curhat" pada istrinya, Ermayanti (49), korban mengaku sedang depresi, karena kehilangan pekerjaan dan kegagalannya dalam Pemilu 2009.
Sebelum ditemukan tewas, sejak pukul 23.00 WIB (Kamis, 28/5), korban terus mengurung diri dalam kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam dan besok harinya ditemukan tewas.
Sementara Kapolsek Lawang, AKP Sulchan, mengaku, kematian korban murni bunuh diri dengan menggunakan tali seprei untuk mengikat lehernya. Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya membawa ke RSSA Malang untuk dilakukan visum.
"Selain melalui visum, kami juga mengamankan kain sprei sebagai barang bukti," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026