Sebanyak 27 rumah rusak diterjang angin puting beliung di Lombok Tengah

id bpbd ntb,lombok tengah,angin puting beliung,rumah rusak,bencana ntb

Sebanyak 27 rumah rusak diterjang angin puting beliung di Lombok Tengah

Kepala BPBD Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmadi. (ANTARA/Nur Imansyah).

Akibat angin puting beliung, atap rumah warga rusak dan pohon tumbang di beberapa tempat
Mataram (ANTARA) - Sebanyak 27 rumah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Bara (NTB), mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada pukul 04.00 Wita, Senin (11/3) dinihari.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB di Mataram, Selasa, angin puting beliung menerjang 15 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah.

"Akibat angin puting beliung, atap rumah warga rusak dan pohon tumbang di beberapa tempat," kata Kepala BPBD NTB Ahmadi di Mataram, Selasa.

Baca juga: Rusak berat, sejumlah rumah di Lombok Tengah diterjang angin puting beliung

Ia menyebutkan desa-desa yang terdampak angin puting beliung tersebut yakni Desa Ketare, Tanak Awu dan Sukadana di Kecamatan Pujut. Kemudian Kelurahan Sasake di Kecamatan Praya.

Selanjutnya di Desa Labulia, Desa Bunkate, Desa Jelantik, Desa Batutulis di Kecamatan Jonggat. Kemudian Desa Pandan Tinggang, Desa Batu Jangkih dan Desa Serage, di Kecamatan Praya Barat Daya.

Selain itu dampak angin puting beliung juga terjadi di Desa Kabul dan Desa Persiapan Awang di Kecamatan Praya Barat. Selanjutnya Desa Semparu dan Desa Prako di Kecamatan Praya Timur.

"Jadi ada 27 rumah atau 27 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana angin puting beliung. Kalau untuk korban meninggal, luka-luka, dan hilang, tidak ada," kata Ahmadi. 

Baca juga: BPBD Lombok Tengah menyalurkan bantuan kepada korban angin puting beliung

Menurutnya, saat ini kondisi warga pada enam kecamatan tersebut sudah kembali kondusif. Meski demikian ia mengimbau masyarakat perlu tetap waspada adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal, kemudian banjir, dan tanah longsor.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat NTB, karena saat ini telah memasuki musim hujan dan sebagian masih berada pada masa peralihan, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, banjir, dan tanah longsor," kata Ahmadi.


Baca juga: Sejumlah rumah di Lombok Tengah disapu angin puting beliung