PPP klaim tiga pasang cagub miliki survei tertinggi di Pilkada NTB

id NTB,Pilkada NTB 2024,PPP,DPW PPP NTB,PPP klaim tiga pasang cagub miliki survei tertinggi,cagub miliki survei tertinggi u

PPP klaim tiga pasang cagub miliki survei tertinggi di Pilkada NTB

Ketua DPW PPP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Muzihir. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengklaim terdapat tiga bakal pasangan calon yang hasil survei-nya tertinggi di Pilkada NTB pada 27 Nopember 2024 mendatang.

Ketua DPW PPP Provinsi NTB, Muzihir mengakui bahwa dari hasil survei PPP bekerjasama dengan lembaga survei Indikator, menunjukkan terdapat tiga pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang hasil survei-nya tertinggi.

"Dari hasil survei Indikator yang kami sudah lihat hasilnya menempatkan pasangan Rohmi Firin yang tertinggi sebesar 26,7 persen, baru disusul Zul-Suhaili 24,2 persen, kemudian Iqbal - IDP 6,6 persen dan terakhir baru Gita - Sukiman sebesar 2,6 persen, tetapi ini masih sementara," ujarnya di Kantor DPRD NTB di Mataram, Rabu.

Baca juga: Golkar: Hasil survei LSI jadi rujukan calon kepala daerah di NTB

Ia mengatakan, meski sudah melihat hasil survei yang disampaikan oleh Indikator, namun pihaknya belum dapat memutuskan siapa bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang nantinya akan diusung oleh PPP di Pilkada NTB.

"Yang jelas pasti, kami akan merekomendasikan orang yang sudah memiliki rekomendasi pas dengan partai politik, meski rata-rata sudah berpasangan, tapi rekomendasi partai pengusung belum ada satu pun yang sudah kami terima," kata Muzihir.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD NTB ini mengakui dari empat pasangan yang disebut-disebut akan maju di Pilkada NTB, hanya baru pasangan Sitti Rohmi Djalilah (Rohmi- Firin) yang sudah membawa partai, yakni Perindo dan PDIP 7 kursi. Tetapi itu pun, menurutnya masih kurang, karena belum mencapai 13 kursi.

Baca juga: LSI: Zulkieflimansyah tak kokoh meski petahana di Pilkada NTB

Begitu pun dengan pasangan Zulkieflimansyah - Suhaili FT (Zul - Uhel) juga belum memiliki rekomendasi partai. Meski Zul adalah kader PKS. Sama halnya dengan Lalu Muhamad Iqbal - Indah Dhamayanti Putri (Iqbal - Dinda) dan Lalu Gita Ariadi - Sukiman Azmy (Gita - Sukiman).

"Jadi semuanya sama sekali belum ada," ujarnya.

Muzihir, menegaskan terkait siapa yang akan di usung PPP di DPP, pihaknya menyebutkan ada tiga nama pasangan cagub dan cawagub, yakni Rohmi - Firin, Zul - Uhel dan Gita - Sukiman.

"Tiga pasang ini yang akan kami ajukan. Tetapi peraturan organisasi (PO) menyatakan, kami boleh mengajukan yang sudah punya pasangan dan punya koalisi parpol. Itu bunyi PO PPP, kalau kami ajukan satu nggak bisa karena nanti kami yang disalahkan partai," ucap Muzihir.

Baca juga: Pj Gubernur NTB desak Parpol segera umumkan bakal calon kepala daerah

PPP sendiri, lanjut Muzihir, kemungkinan baru memutuskan siapa bakal cagub dan cawagub yang akan diusung pada akhir Juni ini. Namun, Muzihir menyatakan bila melihat dukungan paling mendekati yakni pasangan Rohmi - Firin, karena sudah memiliki dukungan dua parpol, yakni PDIP dan Perindo.

"Tapi bukan berarti peluang Zul - Uhel dan Gita - Sukiman sudah tertutup di PPP, karena kami masih beri waktu untuk keduanya melengkapi dukungan parpol koalisi," katanya.

Diketahui Pilkada NTB di gadang-gadang akan diikuti empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Mereka di antaranya Gubernur NTB periode 2018-2023 Zulkieflimansyah berpasangan dengan mantan Bupati Lombok Tengah dua periode Suhaili FT.

Selanjutnya Wakil Gubernur NTB 2018-2023, Sitti Rohmi Djalilah berpasangan dengan Bupati Sumbawa Barat dua periode Musyafirin. Kemudian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhamad Iqbal disebut akan berpasangan dengan Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri dan Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi berpasangan dengan mantan Bupati Lombok Timur dua periode Sukiman Azmy.