Taman di Jepang dinobatkan sebagai terkecil di dunia

id taman di Jepang,Prefektur Shizuoka,Kota Nagaizumi,Guinness World Records

Taman di Jepang dinobatkan sebagai terkecil di dunia

Pengunjung dari Jepang berjalan di "Mulu Canopy Skywalk" di Taman Nasional Gunung Mulu, Sarawak, Malaysia, Senin (9/12/2024). ANTARA FOTO/Virna Puspa Setyorini/foc.

Tokyo (ANTARA) - Sebuah taman di Prefektur Shizuoka di Jepang bagian tengah diakui oleh Guinness World Records sebagai taman terkecil di dunia. Berukuran 0,24 meter persegi, taman tersebut hanya muat untuk satu orang duduk di kursi kayu di atas batu.

Terletak di sudut area permukiman di Kota Nagaizumi, taman itu terdiri dari batu bata persegi kecil yang ditinggikan, tanaman kecil di samping bangku, dan dua monumen batu termasuk satu monumen dengan ukiran bunga simbolis kota.

Taman tersebut dijuluki penduduk setempat sebagai "taman terkecil di dunia" dan dikenang sebagai tempat istirahat selama lebih dari 30 tahun, sebelum secara resmi diakui oleh Guinness pada Desember 2024.

Berjarak sekitar 300 meter dari balai kota, taman itu dibangun pada 1988 menggunakan lahan sisa pembangunan jalan. Seorang mantan pejabat kota mengusulkan ide untuk membuat taman kecil setelah terinspirasi oleh Mill Ends Park di Oregon, AS, pemegang rekor sebelumnya dengan luas 0,29 meter persegi.

Dengan dukungan penduduk setempat, Kota Nagaizumi memutuskan untuk menantang rekor dunia pada 2023. Untuk biaya yang terkait dengan pendaftaran Guinness World Records, kota tersebut memperoleh sekitar 2,5 juta yen dari anggarannya, penggalangan dana secara daring, dan sumbangan sektor swasta.

Baca juga: Car free night digelar di Lombok Barat guna dongkrak ekonomi rakyat

Kota tersebut kemudian menyewa seorang surveyor untuk mengukur tanah dan menyerahkan sertifikat yang membuktikan bahwa taman tersebut telah ada selama lebih dari lima tahun. Ruang tersebut juga direkategorikan dari bagian jalan menjadi taman.

Baca juga: Taman Safari tak ingin dikaitkan aduan eks pemain sirkus OCI ke Wamen HAM

Sejak mendapatkan pengakuan Guinness, taman tersebut telah menjadi objek wisata populer, yang menarik pengunjung dari luar Prefektur Shizuoka.

"Kami berharap taman ini akan menjadi kesempatan untuk mempromosikan kota kami," kata Shuji Koyama dari divisi manajemen konstruksi kota.

Sumber: Kyodo


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.