Mataram, 29/8 (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi mengatakan, tidak benar wisatawan malas atau takut datang ke NTB, selama bulan puasa.
"Memang ada isu umat Islam di NTB kini sedang melaksanakan ibadah puasa, sehingga wisatawan takut datang karena khawatir tidak dapat makan," katanya kepada wartawan di Mataram, Sabtu.
Dikatakan, umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa bukan hanya di NTB, tetapi juga di seluruh Indonesia termasuk di Bali. Karena itu, isu tersebut merupakan isu murahan, yang tidak perlu didengar.
Malah wisatawan banyak yang datang di saat bulan puasa karena ingin melihat atau menyaksikan bagaimana sebenarnya situasi umat Islam yang sedang berpuasa di NTB.
Sama halnya dengan Nyepi, di Bali, lampu-lampu padam dan rumah-rumah gelap, tetapi wisatawan tetap saja datang ke Bali, karena ingin menyaksikan suasana Nyepi.
Hotel-hotel termasuk hotel berbintang di NTB sudah terbiasa menghadapi bulan puasa, sehingga bagaimana cara menerima tamu dan menyiapkan makanan bagi tamu asing sudah hafal.
Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juli 2009 sekitar 15.300 orang meningkat dari lima persen dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk itu Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalalan NTB dan memiliki konstribus sebesar 15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi NTB.
Pada 2012 NTB mencanangkan sejuta kunjungan wisatawan dan ini akan tercapai karena letak NTB berada pada tiga segi emas, yakni sebelah barat Pulau Bali, Sebelah Timur Pulau Komodo, NTT dan sebelah selatah Tanah Toraja, Sulawesi selatan.
Pembangunan bidang pariwisata yang memiliki daya saing internasional merupakan tekad untuk sungguh-sungguh menempatkan pariwisata NTB sejajar dengan pasar-pasar pariwsiata dunia seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.
Dipilihnya tahun 2012 sebagai tahun kunjungan wisata NTB didasarkan atas asumsi bahwa beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) di kabupaten Lombok Tengah.
Untuk menunjang kunjungan wisatawan ke NTB, salah satu faktor pendukung adalah Bandara Internasional Lombok (BIL) di Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah yang diharapkan rampung tahun 2010.
Guna mempercepat penyelesaian BIL tahun 2009 melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB disediakan dana sebesar Rp65 miliar belum termasuk dana dari Angkasa Pura I.
"Berbagai jenis pesawat berbadan lebar akan mendarat di BIL Lombok Tengah dengan membawa wisatawan langsung dari negara masing-masing seperti Australia dan Jerman dan sekarang ini ada rencana penerbangan langsung Perth Australia-Mataram, Lombok," jelasnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026