Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengumpulkan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan makanan yang dibagi berkualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Pengumpulan petugas SPPG tersebut sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masalah MBG di lapangan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri di Mataram, Senin.
Pernyataan itu disampaikan menyikapi temuan-temuan terhadap kualitas dan menu makanan MBG yang disajikan, bahkan ada yang ditemukan sudah basi di sejumlah daerah termasuk juga pernah di Cakranegara, Kota Mataram.
Ia mengatakan, jika kualitas MBG yang diberikan tidak layak maka bukan hanya akan merusak nama perusahaan penyedia MBG melainkan juga akan membahayakan anak-anak yang mengonsumsi MBG tersebut.
"Kalau sampai menu MBG rusak, maka itu bisa mengganggu kesehatan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa," katanya.
Baca juga: DP2KB pantau distribusi MBG ibu hamil dan balita stunting di Mataram
Ia mengakui Program MBG saat ini sepenuhnya masih menjadi kewenangan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), sedangkan pemerintah daerah hanya melakukan pengawasan dan evaluasi di lapangan.
Fungsi pengawasan di jajaran Pemerintah Kota Mataram sejak awal pelaksanaan sudah dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Mataram.
"Tapi karena petugas terbatas, tentu kami tidak bisa mengawasi maksimal sehingga kami pernah kecolongan pada MBG di Cakranegara," katanya.
Terkait dengan itulah, pihaknya ingin mengumpulkan semua petugas SPPG MBG untuk mendapat informasi yang sejati dan kondisi di lapangan agar tidak ada yang disembunyikan.
Baca juga: Sudah jalan dua tahun, SMP Negeri 15 Mataram laksanakan MBG mandiri
Pemerintah Kota Mataram ingin tahu apa penyebab kerusakan pada menu MBG sehingga tidak layak dikonsumsi. Apakah di bahan, peralatan, kemasan, penyajian, atau lainnya.
"Kami ingin tahu dan lihat teknis MBG secara universal," katanya.
Di sisi lain, tambah Sekda, pihak pelaksana MBG agar bisa memperhatikan jenis menu-menu yang disajikan agar beragam dan komposisi gizi bisa terpenuhi serta disukai anak-anak.
"Jangan sampai menunya itu-itu saja, sehingga anak-anak bosan," katanya.
Baca juga: Menu hampir basi, Program MBG di Mataram diminta dievaluasi
Baca juga: BGN dan DPR edukasi warga Mataram terkait program makan bergizi gratis
Baca juga: Program MBG untuk ibu hamil di Mataram tunggu petunjuk pemerintah pusat
Baca juga: Dua dapur MBG di Mataram beroperasi 5 Mei 2025